Blurb
"Kenapa Ibu memberiku nama Angoro Kasih?" tanyaku sore itu.
"Sebab jiwamu datang di hari sakral, Nduk! Waktu kelahiranmu ditandai dengan runtuhnya batas tak kasat mata, saat gerbang dunia astral dan dimensi manusia melebur menjadi satu."
...
Anak sepertiku terlahir sebagai jembatan yang mampu berpijak di bumi manusia, tetapi telinganya selalu mendengarkan bisikan langit.
Aku bukan milik dunia sepenuhnya, dan dunia ini ... tidak pernah benar-benar mau memilikiku.
...
Apakah Kasih berhasil menguak misteri perampokan malam terkutuk 1996, sekaligus meluruskan kesalahpahaman dunia pada leluhur dan pola pengkhianatan yang berulang terjadi dalam keluarganya?