Jelaga

Misserasera
Chapter #13

Rahasia Keluarga


Kurang lebih seminggu setelah aku tertidur memikirkan salah paham Bude Parmi, siang ini sepulang dari kampus, aku menemuakan Bude Parmi tengah duduk di meja telepon bersama seorang wanita yang sekilas lebih tua darinya. Wanita tersebut berwajah tenang dan garang. Bude Parmi menjadi terlihat kecil dan menghiba. Banyak menunduk ketika mengobrol, dan sangat merendahkan dirinya adalah gesture orang bersalah yang terintimidasi. Aku mulai berpikir jika benar dugaanku selama ini. Bude Parmi pastinya melakukan hal terlarang dengan bapak Mas Ando. Namun, langkah kakiku tertegun seketika. Mematung dengan handuk masih bertengger di kepala yang habis keramas. Bapak Mas Ando muncul dari balik kamar Bude Parmi yang tentunya diketahui jelas oleh istrinya sendiri yaitu ibu Mas ando. Si istri juga terlihat biasa. Satu-satunya gesture yang menciut tak bernyali hanyalah Bude Parmi.

 Melewati mereka dengan canggung kulempar senyum pada Bude Parmi yang tidak bermuka masam, tetapi kali ini juga tidak garang. Kalah dengan wibawa ibu Mas Ando. Iseng aku duduk-duduk di ruang televisi. Sosok yang menjagaku tidak muncul. Kak Wiwi yang kamarnya paling dekat ruang televisi melongok memberi senyum. “Boleh ikut nonton?” tanya Kak Wiwi sopan. Aku mengangguk saja mengiyakan. Inisiatif menyerahkan remote padanya. Kak Wiwi menggeleng. “Kamu saja, Kasih. Aku cuma mampir nonton. Mau ke belakang, tidak enak lagi ada kumpul keluarga!” ujarnya menyeringai.

Aku melongok ke arah meja telepon, masih ada ibu Mas Ando dan Bude Parmi di sisi kanan dan kirinya. Sementara Mas Ando dan bapaknya telah bergabung dan membicarakan hal yang kudenagar sekilas seperti mengolah hasil kebun dan lain sebagainya.

“Mereka …?” pertanyaanku menggantung, tiba-tiba tak enak hati untuk diucapkan.

“Sstt!” Kak Wiwi memberi isyarat diam. Aku mematuhi.

“Kutahu apa yang ingin kamu tanyakan, Kasih!” Lagi-lagi Kak Wiwi menyeringai.

Gemas dengan muka kepo yang tak tahan lagi untuk mendengar lanjutan kalimatnya, Kak Wiwi yang beda setahun usianya denganku, terkekeh senang karena berhasil mengerjai aku yang biasanya bermuka datar dan tak peduli dengan apa pun drama yang yang terjadi di rumah ini.

“Tumben kamu kepo, Kasih!”

“Aku tak sengaja masuk ke dalam memikirkan hal aneh, aku ingin tahu sekarang apa Kakak tahu keanehan itu?”

Dia tertawa, “Soal Bude Parmi?”

“Iya,” bisikku pelan. Takut mereka dengar, atau Bude Parmi mendadak muncul membawa muka cemberut.

“Setiap rumah mempunyai rahasia, bukan? Jadi Bude Parmi adalah rahasia tersembunyi yang ada di rumah tangga orang tua Mas Ando.”

“Hah, apa?” aku tak mengerti maksud Kak Wiwi.

“Bude Parmi itu istri kedua yang dicarikan sendiri oleh ibu Mas Ando, dan dia masih kemenakan dari ibu Mas Ando,” jelas Kak Wiwi masih berbisik.

Lihat selengkapnya