Blurb
Suryo Rahardjo mewariskan tiga hal kepada anak-anaknya, sebuah toko kelontong tua di Lasem, utang tiga miliar rupiah, dan pintu gudang yang digembok rantai selama dua puluh tahun.
Bram, Kiki, dan Junu, tiga bersaudara yang sudah lama berjarak satu sama lain, pulang untuk memakamkan ayah mereka, dan mendapati diri mereka terjebak dalam tenggat tiga puluh hari, bayar utang, atau kehilangan segalanya.
Namun semakin dalam mereka menggali, semakin jelas bahwa utang itu bukan sekadar soal uang. Ada nama yang tak pernah disebut. Ada kematian ibu mereka dua puluh tahun lalu yang catatannya tak pernah cocok. Dan ada sesuatu di balik pintu gudang itu yang ayah mereka pilih untuk kunci rapat-rapat demi melindungi satu di antara mereka, dengan harga yang ia bayar sendirian, selama sisa hidupnya.
Jelaga di Lidah adalah novel tentang cinta yang memilih diam, luka yang menempel seperti jelaga di dinding, dan tiga bersaudara yang harus belajar membaca ulang apa yang selama ini mereka salah artikan sebagai jarak.