Blurb
Zafia dan Naza lahir dari dunia yang sama—lingkaran keluarga berada, rumah-rumah besar, dan nama keluarga yang disegani—namun tumbuh dengan nasib yang bertolak belakang.
Di antara keduanya terbentang pertanyaan yang sama: apakah status sosial bisa runtuh, atau hanya berpindah bentuk?
Saat mereka tumbuh dewasa, mereka memiliki peryanyaan yang sama, saat seseorang benar-benar "jatuh miskin" apakah mereka hanya kehilangan panggungnya atau kehilangan segala hal yang mereka miliki sebelumnya.
Melalui dua sudut pandang yang saling berkelindan, Jiwa Tak Bertuan mengisahkan tentang keluarga, kekuasaan yang tak kasat mata, luka yang diwariskan, dan manusia-manusia yang tumbuh tidak sesuai dengan tempat mereka dilahirkan. Tentang mereka yang sejak kecil belajar bertahan, dan mereka yang harus belajar bertahan ketika segalanya telah terlambat.
Ini bukan kisah tentang siapa yang lebih menderita, melainkan tentang bagaimana manusia dibentuk—bukan apa yang ia miliki, tetapi oleh apa sesuatu yang siap kehilangan.
Masih pantaskah hal itu disebut sebagai keluarga?