Jodoh Dadakan Dirgantara

Andiliawati
Chapter #3

Masalah tidur

"Aduh!" bentak Alina saat mendapatkan pelukan erat yang menggemaskan dari Dirgantara.


"Loh, kok pergi? Mau ke mana?" tanya Alina yang melihat suaminya itu tiba-tiba melepaskan pelukan dan beranjak dari tempat tidur.


"Katanya tidak boleh tidur bareng kalau malam. Jadi, aku istirahat di depan saja," jawab Dirga yang masih berdiri sambil membawa beberapa bantal dan guling di tangannya. Alina tidak menjawab; ia hanya mencebik dan kembali membelakangi Dirga.


Melihat istrinya yang tidak peduli, Dirga pun segera pergi meninggalkan kamar menuju ruang tamu. Dengan rasa malas, pemuda itu melempar bantal serta guling ke atas sofa dan merebahkan dirinya di sana.


"Biasanya tidak selemah ini. Tapi entah kenapa, setelah punya istri, bukannya menikmati, malah bertambah capek saja," gerutu Dirga yang saat ini sudah memeluk gulingnya. "Kata siapa menikah itu damai? Ribet, iya!" imbuhnya lagi yang tidak sengaja didengar oleh Alina.


"Jadi, menikahiku membuat kamu susah, lelah, dan—"


"Ssstttt... sejak kapan kamu menguping di situ? Kenapa tidak tidur di kamarmu?" tanya Dirga yang langsung memotong celotehan istrinya.


"Nyamuknya banyak, Mas. Aku tidak bisa tidur nyenyak," rengekan Alina membuat Dirgantara yang terkenal dingin dan tegas itu melemah.


"Ya ampun, Alina. Di sana sudah ada kelambu. Kamu tinggal menurunkannya," jelas Dirga yang kini duduk menatap Alina dengan tatapan lelah.


"Oh, jadi itu tadi kelambu?"


"Bukan, tapi sarung buat selimut!" jawab Dirga yang kemudian kembali berbaring dan membelakangi sang istri yang masih berdiri di samping sofa. Setelah menghentakkan kedua kakinya, Alina pun langsung bergegas kembali ke kamarnya. Di sepanjang langkah, ia terus menggerutu dan merutuki sang Letnan yang terlihat tidak peduli padanya. "Dia itu mesum! Tidak ada kelebihan lain selain mencium paksa orang!"


Waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Alina masih terlelap di dalam kamarnya, sementara sang suami sudah menyiapkan dua piring nasi goreng dan segelas susu.


"Tahu begini, aku tidak akan mau dijodohkan. Bukannya pekerjaan jadi ringan, malah bertambah," ucapnya sambil menata sarapan di atas meja makan.


Lihat selengkapnya