Dirgantara bersikeras melarang istrinya itu bekerja, apalagi di wilayah militer. Dia sangat menentang keinginan istrinya tersebut. "Memangnya kenapa, Mas?" tanya Alina dengan wajah cemberut. Wanita itu berusaha merengek pada suaminya agar mendapatkan izin, tapi sang letnan benar-benar melarangnya. "Sekali tidak, tetap tidak, Alina. Mintalah yang lain, aku pasti akan mengabulkannya," jawab Dirgantara dengan wajah tegasnya.
"Aku bosan, Mas. Seharian penuh di dalam rumah sempit ini," jawab Alina yang membuat Dirgantara menggeleng dan menghampirinya.
"Carilah kesibukan lain seperti menyongket, menyulam, atau ..."
"Stop! Stop, Mas. Aku tidak mau ya, kamu langsung telepon Ibu dan memintanya untuk mengajariku hal itu. Aku tidak berbakat dalam bidang seperti itu, Mas. Nilaiku selalu minus di ekstrakurikuler tersebut," jawaban dari sang istri membuat Dirgantara tergelak. "Apanya yang lucu, Mas? Aku tidak suka pokoknya," rengeknya lagi. "Iya... iya... nanti kita pikirkan lagi, ya. Sekarang ayo kita berangkat. Keburu lapar," sahut Dirgantara penuh kesabaran.
"Sssttttt ... aduh sakit banget sih. Kamu mainnya kasar, tidak hati-hati banget," lirih Alina meringis kesakitan.
"Mana ada aku mainnya kasar, Na. Yang ada kamu banyak gerak, bikin tegang saja," jawab Dirga yang mendapat lirikan tajam dari istrinya.
Baru beberapa langkah keluar menuju parkiran, datang seorang wanita yang tadi siang mengantarkan makanan untuk Alina. "Loh, kenapa lagi, Mbak?" tanya Alina sedikit terkejut. Ternyata, wanita itu datang untuk mengambil rantang yang digunakan untuk mengirim makanan tadi. Alina pun mengusap tengkuknya dan menoleh ke arah Dirgantara yang tidak tahu apa-apa. "Kenapa, Na?" bisik Dirga yang akhirnya dijelaskan oleh istrinya itu bahwa barusan wanita itu datang memberikan makanan. "Maaf, Mbak. Kita mau keluar, bagaimana kalau besok pagi saja dikembalikan?" ucap Dirgantara yang akhirnya diangguki oleh sang wanita.
Setelah kepergian wanita itu, Dirgantara pun memberikan nasihat pada istrinya untuk tidak gampang percaya dengan orang sekitar, apalagi mereka baru saja pindahan. "Tetaplah waspada dan hati-hati, Na. Aku tidak mau terjadi apa-apa padamu," tegas Dirgantara yang ditanggapi anggukan oleh Alina. Kedua pasangan suami istri itu pun akhirnya pergi meninggalkan kediamannya menuju ke sebuah rumah makan yang tidak terlalu jauh dari kompleks asrama.