Jodoh Dadakan Dirgantara

Andiliawati
Chapter #23

Chapter tanpa judul #23

"Mau paha kirinya, Pak," sahut Dirgantara terlihat frustrasi.


Tidak lama, penjual memberikan dua paha goreng lagi pada Dirgantara. "Ini asli kiri ya, Pak?"


"Hmm, sepertinya iya. Menurut mata batin saya, Mas," jawab sang penjual yang diangguki oleh Dirgantara. Setelah membayar, Dirgantara kembali pulang menemui istrinya yang saat ini sedang muntah-muntah di kamar mandi. "Alina, jangan-jangan kamu hamil?" tanya Dirgantara menatap panik pada istrinya.


"Entahlah, Mas. Rasanya aku malas melakukan apa-apa. Kamu buat makanan sendiri saja. Aku mau istirahat. Kalau Ibumu tiba-tiba datang lagi, bilang jangan buat keributan dulu," ucap Alina sambil berjalan melewati suaminya yang masih membawa bungkusan ayam goreng.


"Na, terus paha kirinya bagaimana?" tanya Dirgantara bengong menatap sang istri.


"Sudah tidak nafsu," ketusnya yang langsung masuk ke dalam kamar. Dirgantara hanya bisa menghela napas dalam-dalam dan menaruh paha ayam goreng itu di atas meja makan. "Mas!" panggil Alina lagi yang membuat Dirgantara segera bergegas menuju kamar. Ia menghampiri sang istri yang memintanya untuk membawakan mangga yang masih ada satu di atas meja tamu tadi. Dirgantara mengangguk dan mengambilkan buah mangga itu untuk Alina.


"Makan, Na. Sudah aku kupaskan," lirih Dirgantara menyerahkan potongan buah mangga yang sudah ia potong-potong. "Tiba-tiba Alina tidak nafsu, Mas," jawab Alina, yang tanpa sadar justru dihabiskan oleh sang suami. Dirgantara merasa sayang pada mangga yang sudah terlanjur dikupasnya, sehingga ia melahapnya sampai habis.


"Mas!"


"Apalagi, Na?" jawab Dirgantara kekenyangan.

Lihat selengkapnya