Jodoh Dadakan Dirgantara

Andiliawati
Chapter #28

Chapter tanpa judul #28

"Siapa, Bu?" tanya Abimanyu pada Wilujeng yang merupakan ibu dari iparnya tersebut.


"Ibu juga tidak tahu, dia mencari-cari Alina," jawab sang ibu yang langsung memberikan ponsel milik putrinya itu. Kebetulan tadi benda pipih itu tertinggal di ruang tamu.


Dengan tangan bergetar, Alina mulai meraih benda itu dari tangan ibunya. "Mas?" panggil Alina sedikit takut.


"Bu Alina?" jawab seseorang yang pasti bukan suara Dirgantara.


"Hmm." Dengan bibir yang sulit terbuka, Alina hanya memberikan kode bahwa itu benar dirinya.


"Kami dari tim SAR telah menemukan ponsel milik Bapak Dirgantara di dalam saku jaketnya yang bertuliskan nama beliau. Di panggilan terakhir, kami melihat ada nama Anda, sehingga kami langsung menghubungi Ibu."


"Terus, bagaimana dengan keadaan suami saya sekarang, Pak?" tanya Alina dengan tubuh yang sudah panas dingin. Wanita cantik itu menunggu jawaban dari suara yang tiba-tiba hening. "Pak! Bagaimana dengan suami saya!" bentak Alina yang akhirnya mendapat jawaban dari sang penelepon. Tidak lama, Alina akhirnya pingsan dan segera ditangkap oleh Abimanyu.


"Alina!" teriak sang ibu gemetar ketakutan. Abimanyu langsung menggendong tubuh Alina menuju tempat tidurnya kembali.


Beberapa tamu yang ada di depan segera datang untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. "Kenapa dengan Alina?" tanya Nyonya Suyarso nampak cemas dan khawatir. Wilujeng hanya menggeleng, ia tidak bisa menjelaskan apa pun kepada besannya itu. Air matanya kembali luruh menatap sedih pada putrinya. Abimanyu segera memeriksa detak jantung dan napas Alina. Ia meminta para keluarga untuk tidak gugup, karena Alina butuh ketenangan dan istirahat yang cukup. Wanita cantik itu benar-benar syok dan depresi.


"Ibu dan Ayah lebih baik pulang saja dulu. Abimanyu akan di sini menjaga Alina. Abi takut dengan kondisi kesehatan Alina yang sedang syok berat ini," ucap Abimanyu yang diangguki oleh sang ibu.


Lihat selengkapnya