Jodoh Dadakan Dirgantara

Andiliawati
Chapter #29

Chapter tanpa judul #29

Abimanyu lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Alina. Ia mencoba mengisi hati kakak iparnya yang tengah dirundung duka. Apa pun kebutuhan Alina, Abimanyu langsung memenuhinya. "Terima kasih, Mas Abi," lirih Alina saat menerima es teh manis dari Abimanyu.


"Minumlah. Katanya tadi kamu sangat haus dan ingin es teh manis," ucap Abimanyu yang ditanggapi senyuman tipis oleh Alina.


Sementara itu, ayah dan ibu Alina merasa khawatir melihat kedekatan putri mereka dengan sang adik ipar. "Kok aku takut ya, Yah. Alina dan Abimanyu semakin akrab dan dekat. Abi seolah selalu ada untuk putri kita," ucap Wilujeng sambil mengintip mereka dari ruang tengah.


"Sama, Bu. Aku juga takut melihatnya. Entah ini wajar atau tidak, aku tak tahu. Intinya, Dirgantara masih belum ditemukan, tapi adiknya sudah sangat perhatian pada istrinya," jawab sang suami gelisah.


"Semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Yah. Tanpa Abimanyu, hati Alina mungkin akan semakin hancur. Setidaknya putri kita bisa sedikit melupakan kesedihannya," imbuh Wilujeng yang kemudian berlalu menuju dapur diikuti sang suami.


Tiba-tiba terdengar suara Alina merengek karena perutnya terasa sakit. Abimanyu panik dan secara spontan mengusap lembut perut adik iparnya itu, membuat Alina merasa sedikit canggung. "Paman ada di sini. Jangan rewel ya," lirih Abi sambil melirik ke arah Alina yang tersenyum padanya. "Ternyata kakakku mendapatkan wanita yang luar biasa unik. Kamu benar-benar manja, tapi selalu dirindukan," gumam Abimanyu yang saat ini berjongkok di hadapan Alina.


Tanpa disadari, Alina ketiduran di sofa ruang tamu. Abimanyu terkekeh dan terus mengamati wajah ayu kakak iparnya itu. "Dasar manja, pantas saja kakakku tergila-gila padanya," lirih Abimanyu sambil menyingkap poni yang menutupi wajah Alina.


"Ehem, Nak Abi mau minum apa?" tanya Ibu mengagetkan Abimanyu. Segera Abimanyu menjauhkan wajahnya. "Oh, Ibu. Tidak usah repot-repot, Bu. Abi sedang mengurangi minuman manis," jawab Abimanyu canggung.


Dengan berat hati, Wilujeng mengajak Abimanyu bicara empat mata. Ia ingin membicarakan frekuensi kedatangan Abi ke rumah mereka. "Saya tidak berniat yang aneh-aneh, Bu. Hanya saja, sebagai adik Mas Dirgantara, saya merasa iba melihat kesedihan Alina. Hati saya tergerak untuk bertanggung jawab atas kakak ipar saya, tidak lebih," jelas Abimanyu membuat Wilujeng sedikit lega.

Lihat selengkapnya