Roda besar pesawat sudah menyentuh runway lintasan pacu panjang mulus berkarpet aspal berwarna hitam pekat, kehandalan seorang pilot begitu apiknya sampai sempurna halus penuh kelembutan mendaratkan burung besar bersayap kembar mengepak dan tepat sekali rodanya menyentuh garis putih. Pastinya sebentar lagi pesawat akan segera mendarat dengan selamat.
Kiluan sinar terik matahari sampai memantulkan pada kaca sepanjang punggung pesawat semakin mendarat halus dan sempurna, tentu kebahagian Salwa pastinya kini sebentar lagi dirinya akan menjajakan dua kakinya di Bandara Headhrow London.
Tapi nyatanya, lihat saja bagian pipi sebelah kanannya Salwa terselimuti selimut bludru masih mendarat tertidur pulas pada kaca jendela pesawat yang sedang parkir pada lintasan apron.
Bandara Headhrow London, yang juga dikenal sebagai bandara tersibuk di Eropa hampir melayani semua penerbangan internasional melalui Inggris.
Heathrow terletak ditepi bagian barat dari kelima bandara yang dimiliki London. Cukup memakan waktu tapi tidak terlalu jarak antara Bandara Headhrow London kepusat Kota London, sekitar 22 km dengan mengendarai mobil. Tentu saja ketika Salwa terjaga bangun dari tidur, dirinya tentu akan kerepotan hendak kemana dan mengendarai apa nanti dia disana.
"Alhamdulilah, Ya Allah. Saya telah sampai," guman dalam hati Firman seraya berucap syukur tersenyum melirik Salwa masih tertidur wajahnya tertutup selimut bludru.
Dua tangan Firman masih merayap disela kabin, kemudian menarik handle tas koper besar berwarna biru tua sudah di turunkan. Dalam pikiran Firman sesaat seperti mengenali dari gestur tubuh dan wajahnya yang berada disamping kanannya itu, masih terduduk tidur tertutup selimut bludru.
Hampir semua penumpang sudah turun dari dalam pesawat, hanya Firman masih penasaran perhatikan seseorang yang mungkin di kenalnya itu.
"Firman" tidak jadi tangan kanannya Firman akan menarik selimut bludru karena sudah duluan datang Atika memanggilnya, tapi tetap saja raut wajahnya penasaran seakan ingin tahu siapa gadis yang wajah dan setengah tubuhnya masih tertutup selimut bludru.
"Atika, bangunkan gadis itu. Kasih tahu dia, pesawat ini sudah landing dari tadi," tangan kirinya Firman lantas menarik handle tas koper menuju pintu keluar pesawat.
Tapi lagi-lagi rasa penasaran Firman masih memancing dirinya ingin tahu siapa sebenarnya gadis itu, langkahnya terhenti lalu wajahnya menoleh kearah samping kanan.
"Mbak, bangun. Pesawat sudah mendarat," berapa kali colekan halus tangan kanan Atika mencolek bahu Salwa tetap saja masih tertidur pulas.
Firman berdiri tepat ditengah lorong kiri kanan pesawat, lihat saja kursi hampir semua sudah kosong. Lalu dirinya berbalik dan melanjutkan berjalan meninggalkan rasa penasarannya.
"Sudah sampai dimana ini?" terjaga bangun hatinya bertanda tanya Salwa sambil hentakan selimut bludru kepangkuannya, tapi sesaat dua matanya melihat Firman berjalan membelakangi Salwa masih terduduk.
Refleks Salwa beranjak bangun, kaki kirinya mengajak akan keluar dari sela kursi terhenti.
"Mbak, itu tasnya?" cepat dua tangan Salwa meraih tas kopernya masih didalam kabin sambil melirik kearah pintu keluar pesawat, tapi penglihatannya hanya sepi sepanjang lorong pesawat.
"Kalau dari cara lelaki itu berdiri, sepertinya aku kenal?" masih berdiri menghalangi jalan Atika, tatapan mata Salwa kosong hanya perhatikan lorong pesawat sepi.
"Mbak?" ucap Atika rada bingung melihat Salwa cuman berdiri terdiam saja.
"Maaf, maaf." sambil menunduk hormat Atika sedikit menyela samping kanan Salwa cepat dirinya kesisi tepian sisi kursi melempar senyuman saat Atika berjalan mendahuluinya.
"Mbak?" panggil Salwa sambil menarik tas koper tangan kirinya, Atika lantas berhenti berbalik lagi-lagi menebar senyuman ramah berdiri dihadapan Salwa masih bingung apa yang mau di tanyankannya.
Sabar Atika menunggu Salwa makin kelihatan sedang kebingungan, yang wajahnya hanya melirik kaca jendela kiri kanan pesawat hanya terlihat apron parkiran pesawat.
"Ini? Ini sudah sampai di London, Mbak?" setengah membungkuk Salwa sambil wajahnya penasaran melirik kearah luar kaca jendela lagi.