Jodoh Pilihan Allah ~Novel~

Herman Siem
Chapter #19

Mulai Ada Rindu

Menunggu sungguh kiranya tidak enak dan bikin hati serasa termakan kesal, apalagi bila menunggu seseorang yang ditunggu datang lama sekali.

Tapi tidak pada raut wajah Salwa kali ini dirinya menunggu dalam kesejukan ruangan, dengan dua matanya makin bikin jelalatan dengan aneka macam kue kering dan minuman khas Plaza Premium Lounges, Bandara Heathrow London.

Kursinya sangat empuk dan nyaman dengan ruangan bersemilir hembusan angin sejuk, kaca besarnya jelas perlihatkan tontonan peasawat take off dan landing.

Sebagaian penumpang kasak-kusuk perhatikan sikap norak Salwa yang mungkin saja selama dirinya diatas burung besi besar terbang diangkasa, Salwa menahan rasa laparnya.

Mungkin saja Salwa tidak banyak punya uang, apalagi buat sekedar makan tambahan saat berada diatas pesawat. Walau fasilitas pesawat ketika itu dapat makanan dan minuman gratis, tapi kali setelah dirinya berada di lounges, Salwa tidak mau menyia-nyiakan kesempatan.

Mungkin dipikir Salwa semua makanan dan minuman itu gratisan, kapan lagi dirinya bisa makan enak serba gratisan.

"Sorry, sorry I didn't mean to" {maaf, maaf saya tidak sengaja} ucap dari lelaki berwajah tampang tidak sengaja menyenggol Salwa malahan menatap wajah lelaki tampan bule itu.

"Heloo ..." tangan kanan lelaki bule tampan hanya di kibar-kibarkan depan wajah Salwa dua matanya tidak bergeming berkedip karena termakan terkasimnya melihat wajah tampan, padahal dua tangannya begitu repot sekali pegang piring berisi penuh makanan dan tangan kirinya pegang segelas penuh jus jeruk.

"Salwa?" Atika rada bingung juga melihat Salwa sontak malahan terkejut.

"Prang ..." Salwa sampai menjatuhkan gelas saat bahu kirinya dipegang Atika pelan memanggilnya sampai membangunkan dari mimpi terkasimanya melihat lelaki tamoan tadi.

Sontak semua pengunjung lounges melirik kearah Atika dan Salwa cepat menunduk mengambil pecahan gelas, Atika cuman tersenyum saat dirinya malahan dikasih piring berisi makanan memenuhi piring.

Ternyata di lounges ada Firman terduduk diujung sudut ruangan, tangannya melambaikan pada Atika tersenyum membalas melambaikan tangannya, saat Salwa jongkok ambil pecahan gelas dilantai.

"Auw!" sedikit teriak menahan sakit jari tangan Salwa terkena pecahan gelas, sontak Atika membungkuk sambil meletakan piring masih berisi makanan pada meja di sampingnya.

"Ngak, ngak apa-apa!" sedikit darah disedot bibir Salwa melirik sepatu yang lewat disampingnya, sebentar Salwa perhatikan sepatu kets biru yang rasa di kenalanya.

Atika menarik tangan Salwa beranjak bangun masih kepikiran sepatu yang di kenalnya itu. Atika dan Salwa baru setengah beranjak akan terbangun.

"Thansk." ucap Firman setelah membayar minuman dan makanan dikasir yang dilayani oleh gadis cantik dengan seragam biru muda.

"Firman?" guman Atika perhatikan sudut lounges, kursi sudah kosong tidak ada lagi Firman.

"Firman? Atika kamu sedang memanggil siapa?" tanya Salwa ikut perhatikan kursi kosong disudut pojok lounges yang sudah kosong.

"Udeh, udeh ngak apa-apa kok, Salwa," cepat Atika mengalihkan Salwa masih berdiri bingung perhatikan langkah Atika cepat akan keluar dari ruangan lounges tidak jadi.

"Atika ..." panggil terasa kencang suara terlontar dari mulut Salwa, bikin bingung melongok pengunjung lounges melihat kearah Salwa dan lelaki bule tampan yang tadi tidak sengaja menyenggolnya yang tersenyum saja.

"Ini?" guman sambil ambil lagi kue mungkin masih terasa lapar dan tidak malu Salwa malahan bawa piring akan keluar berisi makanan yang dihadang kasir.

Lihat selengkapnya