Jodoh Pilihan Allah ~Novel~

Herman Siem
Chapter #34

Masih Ada Cinta

"Sebisa mungkin Renol harus banyak istirahat saja dan jangan terlalu banyak beban yang menguras otaknya, karena akan pengaruh pada sikisnya yang akan menpengaruhi sakitnya" rinci Sabat, dr Sp. PD-KGEH, hanya duduk tersenyum berhadapan dengan Ustad Hamzah makin gelisah raut wajahnya.

"Kita berdoa saja pada Allah. Renol masih bisa sembuh kok," senyuman keyakinan makin melebar hiasi raut wajahnya dr. Sabat.

"Lagian kenapa juga Lilis, adikmu itu tidak merestui pacarnya Renol?" sambung dr. Sabat beranjak bangun lirikan mata kanannya melirik kearah luar jendela, tampak senja makin memayungi Kota London.

"Saya mengenal Lilis sejak saya masi praktek di Jakarta. Lilis memang keras kepala, beda dengan kamu Hamzah." sambil terduduk dr. Sabat sambil perhatikan Ustad Hamzah beranjak bangun lalu terduduk lagi berhadapan dengan dr. Sabat. Mereka berdua terduduk pada sopa ruangan prakteknya dr. Sabat, cukup terasa nyaman dan mewah juga.

"Itulah sangat sulit sekali, Sabat dengan sikap kerasnya Lilis. Sebegitu besar rasa kasih sayang dan cintanya Renol pada Intan. Masih ada cintanya antara mereka berdua, sulit sekali untuk terpisahkan. Apalagi ketidak sukaan Lilis pada Intan, yang bikin Renol jadi sekarang ini." sahut Ustad Hamzah makin tergurat jelas rasa gelisah pada wajahnya.

Jembatan bascule Tower Bridge, memiliki berat total kurang lebih 1.000 ton, dapat dibuka kurang dari 5 menit dengan menggunakan sistem hidrolik, dan kini diangkat lebih dari 1.000 kali setahun untuk dilewati kapal besar. Diatas menaranya terletak dua jalan setapak dengan lantai kaca. Pengunjung juga dapat menjelajahi ruangan tersembunyi bascule Tower Bridge.

Riak air Sungai Thames terasa bergerak cepat ketika terhempas angin, begitu memerahnya ketika badan jembatan tersorot cahaya lampu bermain dengan hempasan riak air.

Langit terasa makin mulai terlihat gelap, tapi percikan riak air sejak dari tadi makin membasahi wajah sumringahnya Atika berdiri ditepian jembatan.

Begitu indah sekali terlihat saat jembatan terangkat dengan sistem hidroliknya ketika dilewati kapal besar mengarungi Sungai Thames.

Payung merah bercampur list biru terlihat berjalan menuju kearah Atika makin tidak sadar percikan riak air makin terhalang oleh payung yang sudah memayungi dirinya. Berbalik Atika tersenyum berhadapan dengan Firman, tangan kanannya masih pegang erat gagang payung.

Lihat selengkapnya