Jodoh Pilihan Allah ~Novel~

Herman Siem
Chapter #35

Yakinkan Saja

"Maaf, Fir. Bukan aku terlalu cepat ingin masuk kedalam hatimu. Tapi ini kenyataan, Fir. Saat aku bertemu dengan kamu di pesawat dan saat ini. Hatiku selalu terus tersenyum seakan tidak ingin rasanya sedetikpun senyuman itu berubah jadi tangisan sedih. Dan aku juga mau ingatanku ini untuk selalu tidak melupakanmu. Sampai malam ini aku di pertemu'kan kembali padamu," terasa yakin luapan emosinya Atika berharap yakin bila alibi perasaan hatinya dapat memancing rasa ibah perasannya Firman.

"Yakin'kan saja, Fir bila keyakinan hatimu untuk berpaling pergi dari Salwa." tandas Atika makin ingin mengacak-acak keyakinan Firman pada Salwa.

Hanya lirikan senyuman mata kirinya Firman pada Atika berharap semakin yakin, bila malam itu hasutannya dapat mengoyak-ngoyak keyakinan hatinya pada Salwa.

"Gua pikir loe sahabaat gua yang mau jadi pendengar yang baik tentang siapa Firman, Atika. Tapi nyatanya cerita gua yang selalu dalam kekhawatiran tentang Firman, malam ini benaran kejadian. Kalau gua selalu bercerita tentang Firman, nyatanya lelaki yang sama loe puja juga. Ternyata hati loe selalu risau ketika gua bercerita tentang Firman, yang nyatanya adalah lelaki yang baru loe kenal itu. Firman yang loe kenal itu adalah Firman? Iya, dia Firman yang saat ini bikin hati gua nambah ngak yakin aja!" mungkin diluar dari skenarionya Atika saat menghasut Firman, yang tiba-tiba sudah muncul Salwa.

"Salwa?" sudah basah bibir Firman dnegan bulir riak air sungai, makin basah juga seluruh pakaiannya yang di pakainya malam itu dengan cipratan ombak riak air Sungai Thames, malam itu tidak biasanya. Riak ombak Sungai Thames malam itu terasa sangat kencang sekali riak ombaknya.

"Hatiku semakin yakin saja, Fir. Bila tidak lagi ingin berbagi bahagia denganmu, bagilah hatimu saja dengan Atika. Awalnya dia adalah sahabatku yang bisa mengajakku untuk mengenalkan kota ini, tapi nyatanya Atika malahan ingin mengajak hatinya mengenal lebih dalam siapa kamu, Firman. Tapi sudahlah Firman. Aku semakin yakin, bila kamu bukanlah jodoh pilihan Allah terbaik buatku!" baru saja Salwa akan beranjak jalan karena kesal pada Atika.

"Salwa!" langkahnya terhenti saat tangan cengkraman tangan kanannya Firman sempat bikin cemburu Atika.

"Firman buat apa kamu melarang Salwa. Sudah jelas'kan kalau Salwa ingin pergi meninggalkan kamu?!" lagi-lagi kecemburuan tidak jelas Atika meluapkan egoisnya memancing pada air yang keruh. Tapi Atika tidak berharap bila air keruh itu malahan menepuk wajahnya sendiri.

"Jelas'kan Fir?! Kalau Salwa dan loe bukan jodoh pilihan Allah! Dan loe, Sal? Kenapa lagi coba datang buat ngeyakinin lagi Firman! Bukannya hati loe udah jatuh cinta sama Renol?!" tuduhan yang tidak berdasar, berharap ada empatinya Firman ketika dibela Atika.

"Gua tahu loe juga suka'kan sama Firman? Makanya loe dari tadi mojokin gua terus, Atika dengan kedekatan gua sama Renol! Seolah-olah diri gua bersalah terikat dan siap di ceburkan dalam sungai itu! Kenapa hati gua bisa berpaling dari Firman dan begitu cepat sekali hati ini menyukai Renol, yang dia adalah kekasihanya Intan, adik gua?! Yang tahu semua ini kenapa bisa terjadi sama gua begitu cepat. Cuman kamu Firman yang tahu jawaban kenapa aku begitu mudahnya berpaling darimu!" sahut balik kesal Salwa menghentakan tangan kanannya Firman akan mengejar Salwa berlari, tapi tertahan saat tangan kirinya tertahan oleh genggaman tangan kanannya Atika.

Lihat selengkapnya