Masjid Central Birmingham merupakan salah satu masjid terbesar di Eropa Barat. Masjid ini juga menjadi Masjid kedua yang dibangun, di London.
Masjid yang didirikan pada tahun 1969 ini dibuka untuk masyarakat pada awal tahun 1970-an. Dan Masjid ini juga menjadi salah satu bangunan religius yang diakui dikota Birmingham, London Inggris.
Kubahnya menjulang tinggi berwarna putih seraya menyatu dengan langit cerah, dengan dominan warna coklat dan putih menghiasi keindahan bangunan Masjid yang berasa di Kota Brimingham, London.
Pelataran parkir yang cukup luas sekali terasa sejuk hati ketika dua langkah kaki menapaki naik undakan anak tangga Masjid, yang akan membawa semakin dekatnya pada Allah.
Hanya kesedihan makin terurai dari relung hati terdalam Atika duduk bersimpu, dua matanya sejak tadi tidak henti-hentinya terus mengalir air mata ketulusan hatinya duduk bersimpu beralas sazadah panjang menghiasi pelantaran lantai keramik Masjid Central Birmingham.
Begitu megah sekali ruangan Masjid yang besar sekali, terasa sejuk semakin terasa menusuk hati bagi para Sang Pecinta Allah, yang begitu tulus menyisahkan waktu luangnya untuk tetap mengadu padaNya.
Mukenah putih, mungkin sekarang ini akan jadikan seputih bersih hatinya Atika menyelimuti seluruh tubuhnya dengan ketulusan hatinya terbungkus bersih.
Mungkin Atika tidak sadar, mungkin dia pikir siang itu hanya dirinya saja berada sendirian dalam Masjid. Segitu sedihnya hati perasaanya meluapkan emosi sesalnya sejak dari terus terdengar isak tangis disertai sesal yang makin menyalahi dirinya.
"Aku sudah lama melupakanMu, Ya Allah. Sehina ini diriku di hadapanMu, tapi Engkau masih mau menempat'kanku dan menerimaku berada disini. Sekian lama aku terasuki nikmatiMu yang tiada tara, tapi sekian lama juga aku melupakan dan seakan aku pergi menjauh dariMu, Ya Allah. Banyak sudah dosa-dosa yang aku perbuat sampai aku terhempas jatuh kedasar lubang dosa ketidak percayaanku padaMu, Ya Allah," sambil sesegukan untain doa terus terpanjatkan, makin tergurat wajah kesedihan bercampur sesal semakin terasa menusuk hatinya Atika.
Hening dalam Masjid terasa hanya untaian doa terdengar sayup dari gerakan bibir sudah sembab basah air mata.
Dua tangan Atika masih menadah seraya masih belum puas memohon pengampuannya pada Allah, dimana dirinya sekarang ini sungguh ingin kembali pada Allah.
Dimana sebelumnnya Atika sebegitu banyak mereguk nikmat yang dasyat, sampai dirinya lupa pada Allah. Karena pernah sakit hati, di tinggalkan lelaki yang bakalan jadi calon suaminya.
"Dulu aku berpikir, dia adalah jodohku pilihanMu, Ya Allah. Tapi semudah hatinya pergi begitu saja dia pergi meninggalkan saya. Sejak dari itu, sejak saat itu saya terasa hambar untuk tidak lagi mendekat bah'kan lebih dekat denganMu, Ya Allah. Sekarang ini hanya lumuran dosa makin merenggut sukma relung hati ini, semakin merasa berdosa karena meninggalkan dan selalu menyalahkanMu, Ya Allah. Hari ini dan selanjutnya sampai raga ini terpisah dari rohnya, saya berjanji untuk selalu ada dekat denganMu, Ya Allah." sungguh dasyat tetesan air mata sesal makin sembab basahi wajah cantiknya Atika sedikit terkejut saat dua tangannya menyudahi segala sesal dalam sematan doanya pada Allah.