"Ntan?" bingung Ayla kenapa tidak masuk saja kedalam ruangan, berapa kali tangan kanannya menarik bahu belakang Intan hanya terdiam berdiri sedih berapa kali setengah wajahnya melongok kedalam.
"Ada apa si, Ntan?" tanya lagi Ayla penasaran mendorong Intan sontak sedih berdiri menepi sandaran dinding tembok, rasanya dirinya ingin sekali melahirkan saja siang itu.
"Tapi benaran ini Renol, kalau aku sudah jatuh cinta sama kamu," benar-benar kali ini ungkapan perasan hatinya Salwa meyakinkan Renol kini dua matanya terpejam sesaat. Mungkin dirinya sangat tidak mungkin mau menuruti apa kata hatinya Salwa, pasti bakalan melukai Intan.
"Tadinya aku khawatir sekali, Teh. Tapi nyatanya kekhawatiran ini benaran terbukti dan jadi petaka buatku! Kenapa Teteh sampai jatuh cinta dengan Renol?! Aku percaya sama Teteh yang bakalan bisa bawa pulang Renol untukku! Tapi malahan Teteh sekarang mendusati aku karena Teteh sudah merebut Renol dariku!" sedih Intan masuk perlahan, berapa kali tangan kanannnya ditarik Ayla agar keluar saja.
"Intan?" ucap Renol terpaksa beranjak bangun akan turun dari bangsal, tapi tangan kirinya masih terpasung selang infusan.
"Intan, dengarin aku dulu," seolah-olah ingin menjelaskan Renol pada Intan yang makin mendekati Salwa terasa dirinya berdiri ditengah sepanjang rel kereta api, yang moncong lokomotipnya siap menubruk dirinya hancur berkeping-keping.
"Mana janji Teh Salwa, yang katanya tulus dan sayang itu padaku? Mana janji pencarian Teh Salwa setelah menemukan Renol akan membawanya padaku dan bayi ini?!" air mata Intan makin tidak karuan seraya bendungan penahannya hancur berkeping-keping sudah basahi wajahnya.
"Intan hayoo kita pulang saja yuk," ajak Ayla berusaha mengajak pulang Intan wajahnya malas melihat kearah Renol berusaha turun, dua kakinya sudah menyentuh lantai keramik.
Sebentar tangan kirinya merasaakn sakit, saat jarum infusan ditarik paksa. Tetesan darah mengalir mmbasahi kasur bangsal berseprei putih dan dilantai keramik.
"Lagian juga Teh Salwa gimana si? Katanya mau bawa pulang Renol. Tapi kenapa Teteh sendiri jatuh cinta sama Renol! Sama aja Teteh berdusta!" tuding ikut kesal Ayla berdiri disamping Intan kalau-kalau lemas dan terjatuh, Ayla bisa cepat memapahnya.