Jodohku Dosen killer

Cut Asmaul Husna
Chapter #3

BAB 3 : HOTEL

Padahal pesta pernikahan yang mereka adakan itu tertutup, hanya keluarga besar dan beberapa kolega penting saja yang datang. Tapi adiba tidak berekspektasi jika akan memenuhi satu ruangan.

Acaranya diadakan di sebuah hotel Bintang lima. Jangan tanya berapa banyak uang yang digunakan untuk mengurus semua persiapan.

Selama berjam-jam, adiba dan athif mesti berdiri dan tersenyum formal untuk menyalami para tamu undangan. Bahkan wajah dan kaki adiba sekarang sudah kebas. Barulah saat langit mulai menggelap dan malam tiba, ia sudah menghela nafas lega.

“Adiba, mama sama papa pulang dulu ya,” pamit mamanya.

“Loh loh, aku ikut!!”

“Nggak boleh, kamu bareng sama athif. Sekarang akan athif sudah jadi suami kamu adiba, jadi kamu harus suami kamu. Dia udah booking satu kamar di atas buat kalian menginap malam ini.”

“Sama mama juga dong,” rengek adiba. Ia tidak sanggup jika ditinggalkan dengan athif. Hanya berdua. Pasti rasanya sangat canggung dan aneh . lalu bagaimana jika pria itu melakukan hal aneh kepadanya. “Nanti kalo diapa-apain sama pak athif gimana dong, ma.”

“Hush, aneh banget sih kamu adiba ada-ada aja kamu ini. Kan udah suami istri, adiba. Nggak papa dong.”

Tidak ada gunanya adiba merengek pada mamanya. Adiba lantas menatap sang papa dengan raut wajah memohon. “pa…. adiba ikut pulang ya.”

“Harus ikut suami. Sekarang dia yang bertanggung jawab atas kamu adiba.”

Akhirnya adiba menatap kepergian orang tuanya dengan wajah memelas.

“Mau bengong di situ sampai kapan? Ayo.”

“Kemana, pak?”

Adiba mengangkat sedikit gaun putih yang ia kenakan agar tidak tersandung saat berjalan.dan mengekori Langkah athif.

“Kamar kita,” jawabnya singkat dan tetap melenggang cepat, meninggalkan adiba di belakang. Athif sempat menoleh sekilas tetapi tidak ada keinginan untuk membantu.

Dasar laki-laki kulkas 12 pintu. Menyebalkan sekali, bantuin kek. Batin adiba

Begitu sampai dikamar mereka, adiba speechless. Kamar tersebut didekorasi dengan nuansa warna merah muda. Banyak sekali lilin aromaterapi yang berjejer di lantai. Belum lagi kelopak bunga mawar yang disusun membentuk love diatas Kasur. Benar-benar terlihat seperti kamar pasangan yang baru saja menikah.

“Mau kamu atau say dulu yang mandi?” tanya athif dari sisi sebelah kanan. Dia habis membuka jas miliknya dan diletakkan di kursi.

Kini menatap kearah adiba menunggu jawaban istrinya. Sembari membuka dua kancing di lengannya. Kemudian membuka dua kancing teratas kemejanya. Membuat adiba menutup matanya dengan telapak tangan.

“Bapak dulu aja! Tapi buka bajunya di kamar mandi, jangan di sini!.” Pekik sang gadis.

“Pede banget, saya juga nggak mau buka baju di depan muka kamu kali.”

“Terus itu apa?” pekik adiba mengintip disela jemarinya. Dimana kini kemeja adiba masih melekat di tubuhnya, hanya dua kancing yang sudah terbuka.

“Biar nggak gerah,” jawab athif cuek.

Lihat selengkapnya