Jujurnya Kayu

Ahmad Sabiq Hamizan
Chapter #1

Awal Kehancuran

Pualam yang dingin tidak pernah memelukmu saat kau terjatuh. Namun di atas lantai tanah ini, asap dari makanan sederhana sanggup menjahit jiwamu yang koyak.


Kamar tidurnya sempit. Hanya berukuran tiga kali tiga meter. Tidak ada lantai marmer berlapis karpet Turki di sini, melainkan lantai semen kasar yang selalu terasa dingin di telapak kaki. Udara malam membawa serta aroma tajam khas pedesaan, campuran antara asap dari lampu minyak tanah dan wangi lembap kayu jati basah dari luar jendela.


Aris duduk di tepi ranjang kapuknya yang tipis. Kasur itu keras, menekan tulang punggungnya, mengingatkannya pada memori yang selalu berusaha ia hindari. Sesaat, udara dingin pedesaan membuat rusuk kirinya berdenyut ngilu. Sebuah nyeri tumpul yang selalu datang setiap kali suhu merosot tajam. Nyeri itu selalu membawa serta kilasan ingatan yang menyesakkan, silau lampu depan kendaraan bermotor yang membutakan mata, decit ban yang memekakkan telinga, dan bau karat darah yang amis. Aris menggeleng cepat, memejamkan mata kuat-kuat untuk mengusir sisa ingatan tentang malam nahas dua tahun lalu itu. Malam di mana hidupnya yang 'sempurna' dihancurkan hingga tak bersisa.


"Ris, ayo makan dulu," suara Ibu membuyarkan lamunannya.


Aris bangkit. Saat ia melangkah keluar, wangi bawang goreng dan tempe yang baru diangkat dari wajan langsung menyambutnya. Di ruang tengah, di bawah cahaya bohlam lima watt yang agak kekuningan, Ayah dan Ibu sudah menunggunya. Meja makan mereka terbuat dari kayu sisa potongan, permukaannya kasar dan tidak rata. Salah satu kakinya bahkan harus diganjal lipatan koran tebal agar tidak bergoyang.


Di atas meja itu, hidangannya jauh dari kata mewah. Hanya sepiring nasi putih mengepul, sambal bawang, sayur lodeh yang sudah dihangatkan dua kali, dan tiga potong tempe goreng.


"Makan yang banyak, Nak. Hari ini Bapak gajian," ujar Ayah sambil tersenyum hangat, meski matanya tampak lelah. Gurat-gurat kasar dan keriput di wajah tuanya terlihat makin jelas di bawah cahaya lampu.

Lihat selengkapnya