Juned dan Mitha

awod
Chapter #4

#4

Ketiga penghuni rumah kontrakan itu duduk melingkar sarapan bubur ayam bersama sambil menonton film kartun di televisi. 

“Gimana, Yah? Udah mendingan?” tanya Mitha di sela-sela menyuapi anaknya.

“Udah sehat, kok. Lihat, nih, makanku habis,” jawab Juned sebelum suapan terakhir.

“Jadi nyuci baju nggak?” tanya Mitha.

“Iya, bentar,” jawab Juned.

Begitu sarapan selesai, Juned langsung mencuci piring-piring kotor. Bukannya mengambil ember cucian baju, ia malah menyambar kunci motor, lalu mengajak istri dan anaknya untuk jalan-jalan keluar. Setelah seperempat jam berkeliling tanpa tujuan, Juned memarkirkan motor bebeknya tepat di depan sebuah toko elektronik besar.

“Kok berhenti di sini, Yah?” tanya Mitha bingung.

“Iseng aja. Ayo turun,” ajak Juned.

Mitha yang menggendong anaknya mengikuti suaminya masuk ke dalam toko. Begitu melewati pintu, mereka disambut oleh pemilik toko. “Silakan, Pak, Bu.”

“Mau lihat mesin cuci, Koh,” kata Juned.

“Oh, silakan. Sebelah sini, Pak.” Pemilik toko itu dengan cekatan menunjukkan empat merek berbeda, membuka penutup, serta menerangkan keunggulan dan harganya masing-masing.

Juned tersenyum, menyenggol pelan lengan istrinya yang berdiri di sampingnya. “Pilih yang mana, Beb?”

Mitha tertegun sejenak. Ia melangkah maju, membuka satu per satu penutup mesin cuci dua tabung di depannya dengan perasaan tidak percaya. Namun, karena bingung, ia menoleh dan menyerahkan keputusan pada suaminya. Setelah menimbang sejenak, Juned menunjuk salah satu merek. Pemilik toko pun segera menyuruh karyawannya mengambil stok baru di gudang.

Sembari menunggu mesin cuci yang sedang diambil di gudang, Juned mendongak, melihat ke arah deretan indoor AC yang dipajang di dinding atas. “Koh, kalau AC yang itu berapaan?” tanya Juned, menunjuk beberapa unit indoor AC di kejauhan.

Pemilik toko langsung tersenyum lebar, membetulkan letak kacamata yang agak melorot di hidungnya, lalu menyebutkan harga beberapa merek berserta ukurannya. “Harga segitu sudah termasuk biaya pasang, Pak. Terima beres,” terang penjual itu.

“Terima beres langsung dingin, Koh?” tanya Juned memastikan.

“Iya, beres semua. Bapak tinggal duduk manis, pencet remote. Nyala. Dingin. Nyesss ...,” ucap pemilik toko itu lalu terkekeh, membuat Juned ikut tertawa.

Lihat selengkapnya