Juned dan Mitha

awod
Chapter #8

#8

Libur sekolah yang dinanti akhirnya tiba. Budi, kakak kandung Mitha dan ibundanya, serta Wati, kakak iparnya, berkunjung ke rumah Juned. Rumah kontrakan kecil itu semakin terasa sempit saat Arjuna kegirangan bertemu dua sepupu laki-lakinya. Setelah beristirahat sejenak dan mempersiapkan segala keperluan, mereka pun bersiap berangkat ke Tangerang.

“Ayo, Arjuna! Tasnya sudah masuk ke bagasi semua belum?” seru Budi setengah berteriak sambil melambaikan tangan ke arah keponakannya. Arjuna langsung melompat kegirangan dari teras. “Sudah, Om! Ayo, Mah, cepat!” seru Arjuna memanggil ibunya.

Mitha tersenyum melihat tingkah antusias anaknya. Hari itu, dia dan Arjuna memang akan berlibur dan menginap selama seminggu di rumah kakaknya di Tangerang. Namun, senyumnya sedikit memudar saat matanya beralih kepada suaminya yang berdiri di dekat lemari es. “Bener nggak apa-apa aku tinggal seminggu, Yah?” tanya Mitha.

Juned terkekeh pelan, melangkah mendekat, lalu mengusap bahu istrinya. “Ya nggak apa-apa. Mumpung musim liburan, dan mumpung Mas Budi jemput.”

“Padahal kalau kamu ikut pasti lebih seru, Yah,” keluh Mitha.

“Ya mau gimana lagi. Masa’ toko lagi rame-ramenya ditinggal. Sayang, dong,” terang Juned sambil melangkah bersama Mitha menuju mobil putih yang terparkir di ujung gang.


Perjalanan dari Cikampek menuju Tangerang terasa seru oleh celoteh riang Arjuna dan dua sepupunya di kursi belakang sepanjang jalan tol. Begitu memasuki kawasan perumahan elit tempat Budi tinggal, pemandangan terlihat asri dan sejuk dengan pohon-pohon peneduh berjajar di sepanjang jalan yang aspalnya lebar dan bersih. Setiap kompleks dijaga oleh satpam dengan sistem keamanan berlapis di pintu gerbang, dan deretan rumah modern dua lantai berdiri megah tanpa pagar.

Budi dan istrinya sama-sama pekerja keras, keduanya berkarier di perusahaan multinasional yang berbeda. Hasil kerja mereka terlihat jelas dari rumah yang kini mereka tempati.

Lihat selengkapnya