“Ayah pulang ...!” Pekik riang Arjuna langsung menyambut begitu roda motor dinaikkan ke atas teras rumah kontrakan. Tawa Juned seketika menggelegar, menyambut jagoan kecilnya yang langsung menghambur memeluknya. Ia menyerahkan sebuah bungkusan kantong plastik. Bocah itu bergegas lari menuju ke arah dapur menghampiri ibunya. “Mah! Ayah beli martabak!” teriak Arjuna setengah histeris.
“Wah ..., enak, nih,” sambut Mitha dari balik meja dapur dengan senyum merekah, dan ia pun langsung menyiapkan makan malam untuk suaminya.
Saat Juned melangkah masuk ke dalam rumah, Mitha menangkap sebuah perubahan yang sangat drastis pada raut wajah suaminya. Garis-garis frustrasi yang biasanya berkerut di dahi Juned malam itu mendadak sirna.
“Ayo, cuci tangan dulu, Kak,” ajak Juned pada anaknya. Mereka berdua berjalan kompak menuju wastafel, membasuh tangan bersama dengan tawa yang saling menyahut.
Juned menikmati makan malamnya dengan lahap, sementara Mitha dan Arjuna asyik menikmati potongan martabak yang tebal dan manis.
Di atas televisi, jarum jam di dinding menunjukkan pukul setengah sembilan malam. Anak laki-laki mereka kini sudah bergeser ke sudut kasur busa, asyik menonton video di ponsel dengan posisi menelungkup. Sementara ayah dan ibunya duduk bersandar ke dinding menikmati sisa martabak manis. Juned meraih remote kontrol, lalu mengecilkan volume suara televisi hingga ruangan menjadi agak hening. Ia menoleh ke samping menatap istrinya. “Beb ....”
“Iya, Yah?”
“Kamu tahu, ‘kan, toko Distro yang di dekat gang masjid itu?” tanya Juned serius.
Mitha mengangguk pelan. Tangan kanannya bergerak lembut, mengelus perutnya yang semakin membuncit. “Iya tahu. Yang cat tokonya warna hitam itu, ‘kan? Kenapa emangnya?”
“Tadi sore, pemiliknya datang ke toko. Dia nawarin tokonya mau di-over kontrak ke aku.”
“Di-over?” Mitha mengerutkan keningnya heran, menghentikan gerakan tangannya.
“Iya. Dia nawarin aku buat ngelanjutin sisa kontrak tokonya,” jelas Juned, lalu ia mengambil sepotong martabak di atas piring dan melahapnya dengan santai.
“Maksudnya ngelanjutin gimana?” tanya Mitha penasaran sekaligus bingung.