Just a dream

Syira
Chapter #1

Masuk sekolah

Seorang gadis remaja pakai baju seragam berwarna putih dan rok hitam diatas lutut sambil mengendong tas berwarna hitam dan berikat rambut kuncir kuda, Sedang melewati lorong sekolah. Mengikuti seorang wanita paruh baya yang tak jauh berada didepannya. Wanita paruh baya itu berpakaian rapi mengenakan baju batik berwarna kecoklatan. Dengan Rambut Cepol berwarna agak keputihan karena uban.

"Nah kita sudah sampai. Ini dia kelasmu." kata wanita itu kepada gadis remaja yang sejak tadi mengikuti dibelakangnya, sambil berhenti di sebuah ruangan yang berada di ujung lorong tingkat dua.

'kelas 10-B, gak buruk.' pikir gadis remaja itu.

"Permisi, maaf mengganggu." Kata wanita paruh baya itu kepada seorang guru perempuan yang berpakaian rapi, berambut panjang berwarna hitam yang sedang mengajar dikelas tersebut.

"Ah, iya, Bu kepala sekolah. Ada apa?" Tanya guru itu kepada wanita paruh baya itu.

'Wanita paruh baya itu memang tak lain adalah kepala sekolah di NUSANTARA MAJU. Tempat Aku sekolah sekarang.' Kata Zefa dalam hati.

"Ini saya mengantar murid baru yang saya bicarakan kemarin." Kata Bu kepala sekolah, sambil menunjuk ke arah gadis itu.

"Iya, Selamat datang di kelas ini. Mari masuk." Sambut guru yang sedang itu kepada Zefa.

Zefapun memasuki kelas sambil memperhatikan seisi kelas yang dipenuhi murid-murid kurang lebih ada sekitar empat puluh orang termasuk dirinya.

"Kalau begitu saya pamit dulu." Kata Bu kepala sekolah.

"Iya silahkan." jawab guru itu.

"Anak-anak mohon perhatian semuanya. Hari ini kita kedatangan murid baru." Teriak guru itu kepada seisi kelas.

"Silahkan perkenalkan dirimu nak." Pinta guru itu kepada gadis yang berdiri tak jauh darinya.

"Ha..halo semuanya." Ucapnya sambil grogi."Nama saya Zefarida bisa dipanggil Zefa."

"Hai Zefa." Jawab seisi kelas, menyambut Zefa.

"Hmmmm. Zefa, silahkan pilih tempat dudukmu." Kata guru itu kepada Zefa.

"Dekat saya saja Bu." Teriak seorang murid perempuan berambut panjang bergelombang berwarna hitam. Yang sedang duduk di kursi paling ujung dekat jendela sebelah kiri barisan tiga. Sedang mengajukan diri sambil menunjukkan bangku kosong di dibelakangnya pakai jari.

"Jangan, dekat dia. Dekat saya aja Bu." Teriak seorang murid laki-laki berambut pendek berwarna hitam yang tingginya kurang lebih 170 keatas. Yang duduk di barisan paling belakang, sambil berdiri. Karena ingin agar Zefa duduk didekatnya.

" Tapi disamping kamu gak kosong." Kata guru itu sambil melihat sekitar.

"Itu bisa diurus Bu." Alasan murid laki-laki berambut pendek itu kepada guru yang sedang menatap kearahnya.

" Hei, kamu." Panggilnya ke murid laki-laki yang duduk disebelahnya.

" Apa?" Jawab murid itu dengan sinis.

Lihat selengkapnya