"Hai, Zefa." Panggil beberapa anak yang menghampiri Zefa dan Very. Yang tak lain memang teman sekelas mereka.
"Kalian mau ke kantin ya?" Tanya salah satu dari mereka.
"Boleh kami ikut?" Tanya yang lain.
"Gak boleh!" Tolak Very dengan tegas.
"Ish, apasih Ver, kami kan juga mau akrab dengan Zefa. Jangan ngelarang-larang kami lah."
"Suka-suka ku lah. Ayo Zef." Ejek Very kepada mereka. Sambil menarik Zefa meninggalkan kelas mereka.
"Memangnya Zefa itu miliknya?" Tanya gadis yang ditinggal kan Very dan Zefa kepada gadis-gadis itu.
"Entahlah, tapi siapa cepat dia dapat. Bukankah begitu?" Jawab gadis berkacamata,berambut hitam lurus. Dengan sikap dingin, yang duduk di paling belakang memberikan jawaban.
***
"Asik, mainan baru." Gumam seorang gadis di lorong setelah melihat Zefa dan Very berlari.
"Kenapa harus lari?" Tanya Zefa bingung.
"Kalau gak lari kita bisa kehabisan makanan yang mau ku beli."
"Apasih, kan itu urusan Lo." Kata Zefa sambil menghentikan langkahnya dan menarik tangannya dari pegangan Very.
"Ish, kau ni. Nanti juga kau akan tau kalau sudah mencobanya. Aku akan traktir kamu, kalau gak kehabisan. Ayo cepat lari." Pinta Very kepada Zefa.
Zefa tak ada pilihan selain mengikuti Very dari belakang.
***
"Akhirnya sampai juga." Kata Very sambil terengah-engah. Karena lelah setelah berlari dengan Zefa.
"Kamu cari tempat duduk, Aku akan pesankan makanannya." Kata Very sebelum meninggalkan Zefa sendirian di tempat yang penuh keramaian oleh anak-anak yang sedang berebut menganti makanan.
Setelah ditinggal Very, Zefa berjalan mencari tempat duduk yang kosong untuk mereka duduki. Jauh Zefa berjalan melewati anak-anak yang sedang sibuk mengantri untuk membeli makanan.
"Akhirnya, dapat juga tempat yang kosong." Kata Zefa dengan lega.
'Ah, lelahnya.' kata Zefa.
'Gini ya, susahnya kalau mau makan di kantin?' pikir Zefa, karena ini pertama kalinya dia makan di kantin.
'Sungguh sesak dan panas. Tempat ini juga berisik banget. Aku gak suka!' kata Zefa dalam hati.
'Besok-besok Aku minta dibuatin bekal aja deh, lalu makan di Kelas atau tempat sepi.' Pikir Zefa yang gak suka lelah dan penuh keramaian.
"Hei, kamu. Boleh gak kami ikut duduk disini?" Tanya seorang gadis berambut panjang berwarna hitam. Sambil menunjuk ke arah kuris disamping Zefa yang kebetulan kosong.
Hal itu membuat lamunan Zefa hilang. Karena teralihkan ke beberapa anak gadis yang menghampirinya.
"It..." Kata Zefa terpotong karena kedatangan Very yang tiba-tiba.
"Ih, kamu. Akhirnya ketemu. Dari tadi aku mencari-cari kamu tau. Takut kalau kamu tersesat. Sedang apa kamu disi..." Kata Very dengan cepat namun terpotong karena melihat gadis yang ada di dekat Zefa.
"Ayo Zef, kita pergi." Ajak Very sambil menarik tangan Zefa.
"Kenapa?" Tanya Zefa dengan bingung. Sambil melihat wajah para gadis yang mau ikut duduk bersamanya.
"Nanti aku jelasin. Sekarang kita pindah dulu ketempat yang sudah aku dapat." Ajak Very sambil berjalan memegang tangan Zefa.
"Mejanya buat kalian aja." Kata Zefa dengan lembut, lalu pergi dengan Very meninggalkan para gadis itu.
"Iya, makasih." sahut mereka dengan senyum lembut di bibir mereka dan tak lupa melambaikan tangan selamat tinggal.