Aku dan Very sudah sampai dikelas, dan keadaan kelas kami begitu ribut dikerenakan jam kosong.
"Apa hari ini Pak Bagas gak masuk?" Tanya Very ke salah satu teman sekelas kami yang sedang duduk sendiri.
"Ya." Jawabnya.
"Kenapa?" Tanya Very.
"Katanya guru-guru ada rapat." Jelasnya.
"Ooo." Respon Very dengan acuh.
Very berjalan meninggalkan ku sendiri. Dia lalu kebelakang menghampiri salah satu murid perempuan yang sedang duduk dipaling belakang.
"Rin, kami boleh izin keluar gak?" Tanya Very kepada gadis yang dia hampiri.
Gadis itu mengalihkan pandangannya dari buku yang sejak tadi dia baca.
"Ngapain?" Tanyanya.
"Tadi aku gak sempat ajak Zefa keliling sekolah karena keburu jam masuk, jadi ini kesempatanku untuk mengajaknya." Jelas Very.
"Oh, baiklah." Jawab gadis itu dengan dingin gan peduli. Lalu melanjutkan membaca buku yang dia baca tadi.
Setelah dapat izin Very pergi menghampiriku. Yang sedang dikerumuni oleh anak-anak yang mau berkenalan.
"Ayo Zefa." Ajaknya sambil menarik ku mau keluar.
"Kemana?" Tanyaku.
"Tadi kita belum sempat keliling sekolah. Jadi, sekarang kita bisa keliling sekolah karena gak ada tugas dan kebetulan sekarang sedang jam kosong." Ucehnya.
"Bukankah ini waktu yang tepat?" Katanya lagi.
Aku berpamitan dengan teman-teman yang mengajakku berkenalan.
Ketika Aku mau berjalan keluar dengan Very, seseorang mencegah kami dengan mengajakku berbicara.
"Zefa." Panggil beberapa anak perempuan dikelas.
Akupun menolehkan pandanganku kepadanya.