Just for you, Amora

Humairoh
Chapter #1

Just for you, Amora

"Oma, Amora berangkat ke sekolah duluan ya!" pamit Amora mencium telapak tangan Oma-nya dengan kecupan singkat Amora pun pergi ke sekolah bersama sang sopir pribadinya.


Cintya tersenyum ke arah cucu kesayangannya yang semakin menghilang dari tatapan mata. "Andai cucu Oma bersama keluarganya, pasti sekarang kalian bahagia."


************


Nagara School, SMA elite yang dihuni oleh anak para pengusaha besar di negara ini.


Vetra menginjakkan lainya di halaman sekolah di pagi hari. Tampilannya tidak terlalu rapih, bajunya yang sengaja ia keluarkan menambah kesan badboy dimata para perempuan yang berada di lingkungan sekolahan.


Tubuhnya berdiri tegap, kedua tangannya dimasykkan ke dalam saku celana abu-abu yang ia kenakan. Tatapannya tajam, menusuk siapa saja yang berani menatap Vetra duluan.


Di samping kanan dan kirinya terdapat empat sahabat sejatinya, yang sama-sama terkenal badboy. Salah satunya Alvan, dia adalah laki-laki yang pandai merayu hati perempuan dan jika sudah muak maka perempuan itu tak segan ia perlakukan semaunya.


Sebelah Alvan adalah Vano laki-laki yang terlihat tegas dan berwibawa, langkahnya tenang pandangannya tak teralihkan. Namun semua mata kini sudah tertuju pada seorang gadis yang berpakaian rapih mulai memasuki area sekolahan elite itu. Langkahnya tergesa-gesa, napasnya begitu cepat padahal bel belum berbunyi sedari tadi.


Gadis itu tidak menghiraukan tatapan tajam yang terus memandanginya dari kejauhan, yang ia harus lakukan adalah sesegera mungin masuk ke dalam kelasnya.


Tatapan Vetra juga tertuju pada gadis itu, namun ada yang berbeda. Tidak seperti gadis lainnya menurut Vetra gadis itu harus jadi miliknya. Entah apa yang sedang ia pikirkan yang ada hanyalah rasa penasaran yang kuat, untuk segera menemui gadis tadi.


Vetra dan keempat sahabatnya memasuki lorong kelas yang begitu ramai para siswa yang sedang menunggu bel masuk berbunyi.


Langkah mereka terhenti, "Vetra sayang, nanti temanin aku jalan yuk!" pinta gadis cantik yang telah mengeratkan tangannya ke lengan Vetra. Gadis itu sontak membulatkan matanya ketika Vetra menghempaskan tangannya agar menjauh dari dirinya.


Gadis itu tampak kesal kepada Vetra, bukan hanya kali ini dirinya merasa di abaikan tapi setiap kali dirinya ingin mendekatinya Vetra selalu menghindarinya.


"Sayang, kenapa kamu selalu kasar sama aku? Apa salahku Vetra?!" tanya Gisel berdecak kesal karena Vetra telah mengabaikannya dan sudah hilang dari hadapannya.


"Vetra!!! Aku akan aduin kamu ke Bunda!" pekik Gisel yang hanya bisa melihat punggung lebar milik Vetra beserta sahabatnya yang lebih dulu memasuki kelas masing-masing.


"Sial! Gue akan pastikan lu bisa jadi milik gue Vetra!" umpatnya dalam diam, setelah rasa kesalnya kepada Vetra mulai reda Gisel kembali melangkah menuju ke dalam kelasnya. Di sana sudah ada sosok pria yang mengenakan seragam kuning kaki, khas seorang guru sedang menjelaskan tentang pelajaran yang akan mereka pelajari.


Lihat selengkapnya