Just Friend's Scenario

Vina Marlina
Chapter #35

Reaksi Skripsi dan Gosip Kang Roni

Suara ketikan keyboard beradu dengan gesekan kuas di atas kanvas. Area jualan ruko kini benar-benar berubah fungsi jadi markas darurat. Begitu pintu rolling door ditutup, para personel minimarket ini langsung mengambil posisi. Adimas, Yasser, dan Medi sedang dalam mode "hidup dan mati" demi draf skripsi mereka, sementara Kirana di sudut lain sedang berkutat dengan cat minyak dan paletnya.

Begadang sudah jadi makanan sehari-hari. Adimas duduk bersila di lantai, dikelilingi tumpukan jurnal teknik kimia dan laptop yang menampilkan simulasi reaktor yang sedang error. Di sisi lain, Kirana—mahasiswi Seni Rupa semester 5—sedang fokus menyelesaikan tugas lukisannya yang sudah mendekati tenggat waktu.

"Bro, kalau data konversinya turun tapi hasilnya malah naik, itu masuk akal nggak sih?" tanya Adimas sambil mengacak rambutnya frustrasi.

"Itu artinya ente lagi ngelindur," sahut Yasser ketus dari balik laptopnya. "Mana bisa hasilnya naik kalau bahan yang bereaksi saja sedikit? Kecuali ada faktor gaib yang ente abaikan."

Medi menimpali dengan logat khasnya, "Atau mungkin kau salah masukin data suhu. Itu setelan alatnya saja sudah beda sendiri, macam mana pula mau benar!"

"Ya Allah..." Adimas memejamkan mata. "Gue cuma pengen lulus, bukan jadi pawang reaktor."

Melihat para "senior" itu sudah mirip sisa-sisa eksperimen gagal, Kirana meletakkan palet lukisnya. Ia bangkit dan membawakan tiga gelas kopi panas serta sepiring biskuit.

"Makasih ya, Sayang. Kamu mending istirahat, besok harus ke studio kampus pagi-pagi, kan?" kata Adimas lembut.

"Iya, besok ada asistensi karya," jawab Kirana sambil merapikan meja lipat mereka. "Udah, kalian fokus skripsi saja. Urusan ruko biar aku yang bantu Kang Fajri pantau sementara."

"Ya sudah, panggil Kang Roni saja buat bantu jaga depan," usul Yasser. "Biar ada tenaga tambahan."

Kang Roni, tetangga sebelah ruko, adalah pria paruh baya yang punya semangat setara speaker hajatan. Begitu diminta membantu jaga ruko, ia langsung pasang badan dengan bangga. Sayangnya, Kang Roni punya satu hobi yang sulit dibendung: Siaran Berita.

Pagi itu, di hadapan tukang sayur dan beberapa ibu-ibu kompleks yang sedang memilah kangkung, Kang Roni memulai aksinya.

Lihat selengkapnya