Ruang OSIS SMA 1 Makmur selalu berbau kopi dingin dan kertas tua.
Di meja sudut sana Avery Citra Larasati
Yang berparas cantik, dengan tinggi 156 ,memiliki bola mata coklat, rambut lurus bergelombang , kulit seputih salju.
Duduk menunduk, matanya perih menatap layar laptop yang menampilkan tabel donasi yang tak kunjung selesai.
Jam dinding menunjukkan pukul lima sore, saat sekolah seharusnya sudah sepi, namun ia masih di sini, Di meja utama, Daren Vance Caldero, kulit seputih porselen siswa berprestasi dengan tinggi 180 yang memiliki bola mata coklat, rambut Comma hair style, Dengan badan atletis dan sikap dingin tatapan mata yang tajam, duduk dengan tegak.
Ia adalah definisi dari "sempurna" ketua OSIS yang karismatik, yang setiap katanya dianggap perintah oleh guru dan siswa.
Di sampingnya, Valerie Carles Norvaoun, memiliki tinggi 156 dengan kulit mulus,seputih porselen dengan badan yang ideal
duduk dengan menyilangkan kaki, sibuk merapikan riasannya dengan cermin kecil. Ia adalah "ratu" yang selalu memastikan posisinya tak tergoyahkan.
"Cit, datanya belum selesai?" suara Daren memecah keheningan, Tidak ada nada khawatir, hanya tuntutan.
Citra menelan ludah, suaranya parau.
"Sedikit lagi Ren, Tadi ada kesalahan input dari bagian administrasi, jadi gue harus cek ulang semuanya" Ujar Citra yang jarinya masih bergerak liat ke keyboard komputer.
Valen mendengus kecil, suaranya penuh nada meremehkan.