JUST FRIEND

ALVane4
Chapter #4

Topeng mulai Retak

Minggu itu adalah masa-masa terberat yang harus aku lalui.

Bukan karena tugas sekolah yang menumpuk, melainkan karena keheningan yang menyiksa di antara aku dan Daren.

Kami tidak lagi bicara, Jika berpapasan di koridor, dia akan menatapku sekilas dengan pandangan yang sulit diartikan, antara bingung atau sedikit kesal. . . Lalu berlalu begitu saja.

Aku pikir, dengan menghilang, aku akan merasa lega.

Nyatanya, setiap kali melihatnya dari kejauhan, hatiku masih mencelos.

Luka itu tidak hilang. . ia hanya berpindah tempat, bersembunyi di balik kesibukan yang kupaksakan” ~Avery Citra Larasati

Puncaknya terjadi pada hari Jumat, saat acara Charity Gala tahunan sekolah diadakan di aula besar.

Sebagai pengurus, aku tidak bisa menghindar.

Aku harus datang karena namaku masih terdaftar sebagai panitia inti, Aula sudah disulap menjadi tempat yang mewah.

Lampu temaram, musik orkestra lembut, dan siswa-siswi yang berdandan rapi.

Aku mengenakan gaun sederhana berwarna biru tua, berusaha membaur dengan kerumunan.

Aku hanya ingin menjalankan tugasku di bagian pendaftaran tamu, lalu pulang secepat mungkin, namun, takdir punya rencana lain.

"Citra. . Lo di sini?"

Citra menoleh.

Valen berdiri di samping Daren.

Malam itu, Valen tampak memukau dengan gaun satin merah yang mempertegas posisinya sebagai "ratu" sekolah.

Di sampingnya, Daren tampak gagah dengan setelan jas hitam.

"Iya, Valen - Gue cuma bantu bagian registrasi" jawabku datar, berusaha menatap mereka tanpa menunjukkan gemetar di tanganku.

Valen tersenyum, senyum yang terlalu manis, yang membuat bulu kuduk Citra berdiri.

"Oh, syukur deh. . Soalnya kita kekurangan orang buat ngurus stand donasi di pojok sana" Ucap Valen sambil menunjukkan Tempatnya.

"Daren bilang lo yang paling paham soal data donatur, jadi... bisa tolong bantuin di sana?" lanjutnya dengan menanyai Citra di akhir kalimat.

Dare menatap Citra, Tatapannya dingin, tanpa basa-basi.

Lihat selengkapnya