JUST FRIEND

ALVane4
Chapter #5

Ruang kosong mulai terisi

Senin pagi datang dengan rasa yang ganjil.

Tidak ada lagi notifikasi chat dari Daren yang menanyakan data donatur, tidak ada lagi rasa was-was saat melangkah ke ruang OSIS, dan yang paling aneh. . tidak ada lagi sesak di dada setiap kali aku melihat namanya muncul di layar ponsel.

Aku telah memblokir kontaknya, Tindakan impulsif yang sempat membuat tanganku gemetar hebat saat menekannya, namun setelah itu, rasanya seperti memutus kabel listrik yang selama ini menyetrum jiwaku terus-menerus.

"Duniaku mendadak sunyi. . Ternyata, saat kau menghapus seseorang yang selama ini menjadi pusat duniamu, kau akan menyadari betapa luasnya ruang kosong yang tersisa" ~Avery Citra Larasati berdialog


Awalnya, itu menakutkan. Aku sempat merasa seperti orang asing di sekolahku sendiri.


Aku melewati koridor dengan kepala tegak, menolak untuk menunduk, meski aku tahu beberapa pasang mata. . termasuk Viona dan pengikutnya. . mengawasiku dengan tatapan penasaran.


"Cit!"

Aku menoleh.


Siska, teman sekelasku yang selama ini jarang kutelepon karena waktuku habis untuk urusan OSIS, berlari kecil menghampiriku.


"Tumben lo berangkat sepagi ini? Biasanya lo sudah duduk di ruang OSIS jam tujuh" ujarnya dengan senyum tulus yang membuatku tertegun.


"Iya, Sis. Gue... lagi pensiun dari dunia per osis-an" jawabku mencoba bercanda, meski suaraku masih terdengar kaku.


Siska tertawa kecil.


"Bagus deh, Jujur ya, dulu gue sering mau ngajak lo ke kantin, tapi lo selalu sibuk banget sama Daren dan kawan-kawan. . Sekarang, karena lo bebas, mau nggak ke perpustakaan bareng? Gue lagi cari referensi buat lomba menulis." Ujarnya panjang.

Lomba menulis. Sesuatu yang dulu adalah impianku, yang perlahan kumatikan karena Daren bilang itu "kurang berguna bagi organisasi"

Lihat selengkapnya