Just Keep Living, Please?

William Oktavius
Chapter #1

Fight For The Life

"Mohon maaf Devano, karena kantor sedang ada efisiensi, maka beberapa dari pegawai di sini akan di-layoff termasuk kamu. Jadi, hari ini adalah hari terakhir kamu ya."

"Devano, I'm so sorry. Aku ngerasa kalau kita ternyata gak cocok. Apalagi kita udah sama-sama 30-an, tapi kamu masih belum bisa memikirkan pernikahan, aku gak bisa nunggu lebih lama lagi. Jadi, kita udahan ya."

"Guys, gua ada kabar bagus. Gua keterima LPDP buat S-3 di Jepang. Terus juga si Reynold sama Alvin baru lulus S-2, katanya mereka mau menetap buat kerja di Jerman!"

Devano hanya bisa menghela napasnya saat mengingat kembali tiga kejadian berturut-turut di satu hari. Sambil mengemasi barang-barang di meja kantornya, Devano merutuki nasibnya yang terasa sangat buruk. Mendadak di-layoff pada pagi hari dan harus meninggalkan kantor di hari yang sama, diputuskan pacar saat siang harinya, dan sore hari mendapat kabar bahwa teman-temannya sudah sukses, membuat Devano mempertanyakan arti hidupnya.

"Kenapa cuma gua yang dapat buruk-buruknya sih?"

Ketika ia berjalan pulang dari tempatnya bekerja, Devano kembali mendengar beberapa suara yang tidak ia harapkan untuk dengar. Meskipun Devano berusaha untuk tidak memedulikannya, namun karena kondisi lift cukup padat, Devano jadi ikut mendengarkan percakapan itu.

"Beb, aku hari ini jadi di-promote loh."

"Eh, kita jadi dapat bonus buat tahun ini. Habis itu bakalan ada increase salary juga mulai bulan depan."

"Honey, persiapan sewa gedung buat nikahan kita gimana? Aku udah ngurus catering sama tinggal nunggu kamu milih dekorasi undangannya."

Devano hanya bisa merutuki orang-orang yang terus berbicara tanpa henti itu. Di tengah dirinya yang mengalami keburukan terus menerus, Devano malah terus mendengar achievement dari orang-orang lain.

"I hate my life."

Sesampainya Devano di kamarnya yang sempit, Devano kembali merenung. Ia kini sudah tidak punya pekerjaan. Mencari pekerjaan baru di usianya yang sudah kepala tiga tentu sulit. Ditambah lagi support system yang selama ini menemaninya malah menganggap dirinya beban karena tidak kunjung memutuskan terkait pernikahan. Selain itu, Devano juga tidak punya banyak teman cerita, malah teman terdekatnya mendapat kabar baik di saat dirinya sedang tertekan.

"Ah, persetan lah dengan semuanya!" Tanpa sadar, Devano berteriak saat ia tengah melihat postingan di sosial media yang berisikan kisah sukses orang-orang yang terus berusaha.

"Kiat sukses punya aset miliaran sebelum usia 30."

Lihat selengkapnya