Kabur Aja Dulu

Nadya Suhendra
Chapter #7

Hari Tim Nasional Indonesia

“Sejak kapan dia jadi penggemar sepak bola?” bisik Jena pada Kemala.

“Entahlah. Aku juga tidak tahu. Dia selalu berubah-ubah. Dulu dia begitu menyukai boy grup Korea, sekarang tergila-gila dengan pemain bola.”

“Kalian bicarakan aku?” lirik Sandrinna ke samping kanan.

“Tidak, hehehe.”

“Kami tidak sedang bicarakan kau.”

“Hoho... Kemala, Jena. Kalian pikir aku tuli? Aku bisa mendengar percakapan kalian.”

Senyum tak bersalah terbit di permukaan wajah Jena dan Kemala.

22 menit menempuh perjalanan, kini ketiganya sampai di lokasi angkringan tempat janji temu mereka. Para tua dan muda, laki dan perempuan, dari lajang sampai yang berpasangan semuanya berkerumun di ruang terbuka. Sepak bola benar-benar menyatukan semua anak bangsa.

Kamis, 5 Juni 2025

“Pemirsa sebentar lagi kita akan menyaksikan pertandingan Indonesia VS China. Tapi sebelum itu, mari kita lihat dulu starting lineup di layar kaca Anda.”

Pandangan Sandrinna fokus pada layar proyektor menelaah susunan pemain inti dari kedua tim. Sementara Jena dan Kemala lebih menikmati camilan mereka, sesekali memperhatikan pengunjung lainnya di tengah keramaian.

“4, 3, 2, 1!”

Peluit dibunyikan wasit di menit 2.48.

“INDONESIA!!!”

“INDONESIA!!!”

“INDONESIA!!!”

Gemuruh penonton menciptakan gerakan ombak, menambah semarak pertandingan kualifikasi piala dunia zona Asia putaran 3. Netra Sandrinna berpindah ke sana-kemari menikmati euforia yang memisahkan dirinya dari suasana nyata. Dari semua pemain kesebelasan, pergerakan Ole Romeny di lapangan hijau lebih menjadi sorotannya. Penyerang muda Indonesia ini telah mencuri perhatian Sandrinna sejak debut pertamanya melawan Tim Nasional Australia. Selain itu ada trio bek: Justin Hubner, Jay Idzes dan Rizky Ridho yang menyala di setiap penampilan mereka. Terakhir Thom Haye. Pemain gelandang yang identik dengan gaya rambut klimis dan sepatu hitam polosnya, pesepak bola bergelar “Profesor” ini juga menarik perhatian Sandrinna karena tendangan umpan jarak jauhnya yang epik. Tapi malam ini, penampilan Ricky Kambuaya telah memikat hatinya pula. Hampir saja beberapa kali pria asal Papua ini mencetak goal di kandang lawan.

“GOAL! Yah...,” sorak Sandrinna. Sejurus rautnya berganti kecewa menyaksikan peluang goal dari Ricky Kambuaya.

“Sayang sekali! Padahal sedikit lagi akan goal kalau tidak dilanggar oleh pemain nomor 13 itu,” celoteh Kemala.

“Ya, ya, Kau benar. Tipis sekali. Ah, kenapa harus terjatuh,” susul Jena.

Lihat selengkapnya