Kabut di Rumah Sutra

Oleh: Setiyarini

Blurb

Di atas tanah empat hektar ini, ada hak para pekerja yang tidak boleh ditahan sepeser pun! Karena di dalam setiap helai kain yang keluar dari tempat ini, ada tetesan keringat mereka yang jujur.
"Rumah Sutra Putri Fajar adalah simbol kemegahan dan kejujuran di kaki Gunung Kamojang, Garut. Namun, ketika sang perintis, Abah Fajar dan Ibu Putri, pergi ke tanah Bugis, pilar-pilar kokoh itu mulai digerogoti oleh rayap keserakahan darah daging mereka sendiri. Sultan, sang anak sulung, terjebak dalam lingkaran utang dan gengsi gaya hidup sosialita istrinya, Aulia. Sementara Mega, sang anak kedua, dibutakan oleh hasutan manis suaminya, Arifin, hingga nekat merampok kas perusahaan lewat proposal renovasi fiktif senilai ratusan juta rupiah. Di tengah hantaman badai internal yang membuat Abah Fajar tumbang terkena serangan jantung kritis, Mutiara—anak ketiga yang kaku namun berintegritas—harus berdiri sendirian menjaga urat nadi warisan keluarga. Bersama si bungsu Satria dan lensa gawai digitalnya, mereka mulai menelanjangi topeng kemunafikan yang selama ini tersimpan rapat. Saat rahasia medis yang kelam tentang operasi vasektomi rahasia Arifin terbongkar, dan sebuah skakmat digital siaran langsung di ibu kota meledak, Rumah Sutra dipaksa memilih: runtuh bersama keegoisan, atau merajut kembali benang-benang asa yang telah koyak di atas tanah kejujuran .sebuah novel drama keluarga korporat yang tajam, penuh intrik akuntansi forensik, dan kehangatan tradisi hulu-hilir sutra Indonesia.

Lihat selengkapnya