Blurb
Di balik pintu lemari ini, sejarah bukan sekadar kenangan. Ia adalah luka yang masih berdarah.
Amelia hanya ingin mengisi rumah barunya di tahun 2026. Namun, sebuah lemari antik menyeretnya menembus waktu ke bukit kopi Blang Gele, Gayo, tahun 1942. Di tengah kabut tebal dan teror kedatangan tentara Jepang yang mencekam, ia bertemu Sali—lelaki yang menjaga rahasia kelam tentang nenek moyangnya, Kumala.
Terperangkap dalam tragedi pengorbanan masa lalu, Amelia menyadari sebuah kebenaran pahit. Di sana, ia menemukan jejak ketulusan luar biasa dari mereka yang bersedia merawat benih yang bukan darah daging mereka sendiri, demi sebuah janji yang tak pernah luntur oleh zaman.
Demi kembali ke masa kini, Amelia harus bertaruh nyawa dalam pengejaran maut di semak belukar hutan pinus, hanya bermodalkan sebuah Sewah, belati khas Gayo pemberian Sali. Ia membawa pulang rahasia yang takkan pernah bisa ia ceritakan pada suaminya sendiri, bahkan saat ciuman hangat menyambutnya di pintu kamar mandi.
Dua masa, satu ikatan darah, dan sebuah pengabdian cinta yang melintasi waktu.