Setahun kemudian.
Operasi SAR yang awalnya bertujuan untuk mencari Medina ternyata ketambahan tugas lain. Bayu yang menjadi salah satu anggota tim pencari tiba-tiba hilang di kawasan Sumbermani. Setelah melakukan upaya pencarian, Tim SAR akhirnya menyerah sebulan kemudian. Operasi SAR tidak membuahkan hasil. SAR Medina-Bayu tidak berhasil menemukan jasad kedua pendaki itu. Keduanya dinyatakan hilang dan meninggal di kawasan Kalimati. Operasi pencarian yang melibatkan ratusan pendaki itu kemudian ditutup sebulan setelah survivor kedua yaitu Bayu dinyatakan menghilang. Sesuai laporan pencarian yang disusun oleh Tim SAR Medina-Bayu, kedua survivor diperkirakan tersesat di jurang Sumbermani dan kehabisan logistik serta mengalami hipotermia. Jasad keduanya tidak ditemukan kemungkinan besar disebabkan oleh masih lebatnya rimba Gunung Semeru dan ulah binatang buas. Di titik temuan barang-barang milik korban, ditemukan jejak-jejak dan kotoran binatang yang mengarah pada kemungkinan hidupnya sekelompok keluarga harimau Jawa di salah satu kawasan terpencil di Gunung Semeru. Di akhir laporannya, Pak Sobri selaku SMC mengingatkan kepada seluruh pendaki agar selalu berhati-hati di kawasan Sumbermani.
“Semoga mereka tenang di alam sana!” kata Pak Sobri sambil memandang ke arah puncak Mahameru.
Marina tampak sesenggukan mendengar kata-kata petugas TNBTS itu. Tubuhnya yang lemas bertumpu pada salah satu anggota Mapala putri yang sedari kemarin terus menemaninya. Dia tidak kuasa mengingat Bayu yang kini telah tiada.
Di sampingnya, Hilman tampak sibuk mendirikan nisan prasasti yang terbuat dari kerangka besi.
“Campuran semennya, Gus!” ujarnya kepada Agus.
“Siap!” kata Agus sambil menuangkan campuran pasir dan semen di bagian bawah kerangka.