Kaerumichi

Panji Pratama
Chapter #1

Prolog

"Dalam segala hal, lebih baik berharap daripada putus asa."

(Johann Wolfgang von Goethe, 28 Agustus 1749 - 22 Maret 1832)


Kami bertemu 20 tahun lalu. Aku juga kurang percaya dengan apa yang ada di genggamanku sekarang. Hati dan ingatanku sudah sebegitu lupa, sampai saat itu. Walaupun hanya sesobek kertas, kini aku mulai bisa mengingat kepingan-kepingan kenangan itu. Tentang waktu-waktuku di tempat itu, bersama seorang bidadari tercantik yang pernah kutemui.

***

 

Getaran elektrik menjalar di saku celanaku. Sebuah penggilan darurat. Aku ketik pesan balasan. Ada apa? Kataku. Tidak lama kemudian, ponselku kembali berdering.

“Kamar 4!” Kata perawat yang menelepon. Aku bergegas.

Aku langsung masuk ruang VIP itu tanpa mengetuk.

“Tolonglah dokter, buat dia sadar.” Mohon perempuan muda itu padaku. Kakinya berjalan mundur mengikuti arahan salah satu perawat agar berjarak dari ruang tindakan.

Lihat selengkapnya