Treeeet.
Suara bel elektrik panjang diikuti lampu indikator menyala di atas telecom. Roger bergegas mengecek pintu. Roger heran. Perempuan itu menggigil di depan gerbang. Hujan mendadak besar. Sementara klakson mobil perempuan itu tidak digubris dari tadi. Jadilah, terpaksa perempuan itu turun untuk memijit bel dan kehujanan.
“Ismi, malam-malam begini. Sebentar aku bukakan pintu.” Ujar Roger dari ujung telecom.
Gerbang pagar dibuka secara elektronik. Lampu mobil dipadamkan di tempat parkir. Perempuan itu keluar mobil dengan kedua tangan yang menekuk di depan dada.
Roger sudah menunggu di teras rumah. Dengan cepat, lelaki berkulit putih itu menutupi Ismi dengan handuk.
“Cepat masuk. Biar kubuatkan sup hangat.”
Ismi menatap Roger dengan mata yang teramat sayu.
***
Kamis, 15 tahun lalu
Salju Tokyo di petang Desember seperti sabana yang diserbu kunang-kunang. Syahdu dan hening. Beberapa orang memang terlintas keluar rumah untuk membeli lampu hias pohon natal. Bagi Ismi, makan mie instan cup sambil nongkrong di selasar flat lebih asik sepertinya. Dari lantai tiga flat yang disewa, Ismi bisa menggigil sejuk ditemani sebuah syal dan pemandangan sisi lain kota sibuk negeri sakura itu.
Drrrrt.
Getar pager di atas meja meloncat-loncat. Ismi tinggalkan mie cupnya sejenak. Kepulan embun hangat melawan dinginnya sore.
Telepon Okaachan. Penting.
Gadis kelas dua SMA itu cukup kaget dengan pesan pendek di pager-nya. Dia segera mengambil mantel dari balik pintu dan menggunakan sepatu bootsnya. Telepon umum ada di ujung jalan. Mungkin itu adalah tujuannya sore itu.
Setelah mengecek kartu telepon internasional yang disimpannya di dompet yang lain, Ismi segera bergegas. Walau ingin cepat, tetapi sisa salju cukup tebal dan menutupi trotoar. Jadilah, langkahnya memberat serupa berjalan di atas lumpur. Langkah kakinya menyisakkan bekas dalam di jalanan bersalju.
“Halo… Halo.. Okaachan. Ini Ismi!”
Sudah dua kali suara “tuut” panjang tidak disahut pihak yang dituju. Maka, ketika panggilan ketiga diangkat, Ismi merasa panik sekali.
Bi Een, pembantu di rumah, yang mengangkat telepon.