24 Mei 2025
Arkael Luminus
"Kak Jyo, dari tadi cerita apa, si?" celetuk Cia tiba-tiba membuatku sebisa mungkin menahan tawa. Jyoti melirikku dan menatap wajah Cia yang mengerjapkan mata polos.
"Cia nggak paham, ya?" tanyanya yang dijawab gelengan kecil oleh Cia.
"Aku kira Kak Jyo mau bacain kisah peri lagi, ternyata bukan ya." Seketika aku tak bisa menahan tawaku sendiri. Apalagi ketika Jyoti menggaruk pelipisnya sembari terkekeh kecil.
Setiap malam, Jyoti sering menemani anak-anak untuk menceritakan dongeng sebelum tidur. Dari cerita rakyat ataupun kisah dongeng fantasi.
Dan malam ini entah kenapa dia begitu konyol, justru membacakan salah satu novel romance yang dimilikinya. Jelaslah membuat anak-anak melongo tak paham alur ceritanya, apalagi Cia yang selalu excited ketika dibacakan cerita dongeng.
"Jangan ketawa, Kaellll." Dia berteriak kesal mendorong pundakku.
"Lagian lo ngapain baca novel romance? Ya mana paham mereka." Aku menatapnya heran, masih dengan sisa tawaku.
"Aku udah kehabisan cerita dongeng, belum sempet beli buku cerita lagi." Jyoti mengerucutkan bibirnya, cemberut. Aku kembali tertawa kecil. Dasar perempuan clingy, melihatnya seperti itu kadang membuatku bingung di mana perbedaan antara Jyoti dan anak-anak. Sama-sama bocilnya.
"Anak-anak ..., kalo Kak Jyo nggak bacain cerita baru nggak papa 'kan?" tanyaku menatap tatapan polos mereka yang selalu bersemangat mendengarkan cerita dongeng.
"Nggak papa kok, Kak. Kalo cerita yang tadi aku nggak paham Kak Jyo ngomong apaan." Cia mewakili jawaban anak-anak yang lain, membuatku kembali tertawa dan Jyoti juga ikut tertawa. Ia sudah menyadari kekonyolan dirinya sendiri.
Akhirnya, Jyoti kembali membuka buku tentang cerita rakyat. Membacakan kembali kisah malin kundang dan Sangkuriang. Meskipun anak-anak sudah hafal cerita tersebut, mereka tetap mendengarkan dengan seksama. Karena suara Jyoti yang membacakan dongeng selalu terdengar menyenangkan di telinga.
Fokusku menatap Jyoti teralihkan ketika kurasakan Handphone ku bergetar di saku celana.
Ada sebuah pesan masuk. Dari nomor tak dikenal.
0852xxxxxxxx
Hai, Arkael. Apa kamu besok ada waktu? Kalau ada, besok sepulang sekolah saya tunggu kamu di kafe samping sunflower hotel. Terima kasih.
Tertanda. Axel, kekasih Lala.
Seketika aku mematung. Entah dari mana sosok ini mendapatkan nomorku. Yang jelas aku tahu, dia memanggilku tentu untuk urusan Kak Kemilau.
Jantungku spontan berdegup dengan kencang. Apapun hal yang menyangkut tentang kakakku, aku selalu bersemangat untuk mencarinya.
Dan kali ini, semoga kabar baik yang akan kudapatkan.
***
25 Mei 2025
Bel pulang sekolah berbunyi. Aku bergegas merapikan buku dan alat tulisku ke dalam tas.