Kakakku Mendadak Berhenti Bekerja: Mas Bram Jangan Mempermalukan Sophia!

Eldoria
Chapter #13

Bab 13: Bukan Sekedar Jepit Rambut

Sepatu hak berdetuk menginjak lantai keramik saat tanganku memegang dua tali tasku. Cahaya redup menghantam penglihatanku yang basah—

“Sophia… dimana saja kamu?” suara maskulin bergetar dari kananku.

Aku menoleh perlahan. Mas Bram berdiri mematung. Wajahnya memucat seperti belum makan tiga hari. Jarinya gemetar memegang remot hitam.

Jariku mengusap mataku dan menggeleng. Aku segera berlari menuju kamarku.

Pintu berderit ketika aku masuk ke dalam kamarku dan menutup pintunya kembali. Aku meletakkan tasku di atas meja rias, melepaskan sepatuku dan melompat ke ranjangku.

Aku memeluk boneka kelinci dan mengulung tubuhku dengan selimut. Bahuku gemetar, pipiku basah. Aku tidak menangis. “Hic… hic…”

Suara ketukan pintu bergema saat suara lembut memanggilku, “Sophia… kamu kenapa?”

Bibirku terkunci. Aku menggeleng sambil memeluk boneka kelinciku erat.

Hening. Tidak ada yang mengerti perasaanku. Sebuah ketukan pintu kembali terdengar, “Adik… kamu dirundung di tempat kerja ya?”

“AKU TIDAK DIRUNDUNG—” bibirku digigit. “KAKAK IDIOT!”

Mas Bram jahat… tidak paham perasaan adikmu.

“Sophia… Kakak izin masuk ya?” pintu berderit, menampakkan pria tampan berkaos oblong.

Mataku melirik ke pintu saat Kakak melangkah mendekatiku. Kakak duduk di tepi ranjangku.

“Sophia… maafkan aku,” tangannya mengelus rambutku. “Kakak tidak paham kalau kamu tidak cerita,” suaranya lirih. “Ada apa denganmu?”

Mata kami bertemu saat jari Kakak menyeka sudut mataku. Bahuku berhenti gemetar, aku mengulurkan tangan.

“Jepit rambut…. Cintia merusaknya,” telapak tanganku terbuka menampakkan jepit rambut kupu-kupu yang patah.

Kakak duduk terdiam. Bibirnya tersenyum tipis, dadanya mengempis.

“Kakak mengerti,” dia berdiri. “Tunggu sebentar….”

Kakak melangkah perlahan, meninggalkanku sendirian di kamarku.

Mataku menatap jepit rambut di telapak tanganku. Aku memegangnya erat di dadaku. Pandanganku kabur, aku masih ingat saat hadiah ini diberikan kepadaku.

Aku berdiri membeku, memegang smartphone. Mataku berbinar saat jariku menyentuh pesan WA.

“Kepada Sophia van Java

Dokumen Anda sudah selesai diperiksa. Setelah mempertimbangkan lamaranmu, Anda diterima menjadi sekretaris junior di perusahaan Liem Corp. Selamat!

Lihat selengkapnya