Suara manis bergema di bawah cahaya lampu saat aku duduk di depan meja rias. Tangan kiriku memegang rambut pirang di bawah leherku. Hair dryer memancarkan udara panas, mengeringkan rambutku yang basah.
Aku meletakkan hair dryer di permukaan meja, lalu mengambil sisir perak. Tangan kananku menyisir rambutku. Rambutku tergerai di belakang punggungku.
Menyisir… menyisir… rambutku terasa halus sekaligus harum mawar. Aku meletakkan sisir kembali di meja rias. Seorang wanita berambut pirang berpiyama putih duduk manis terpantul di permukaan kaca rias.
Bibirku tersenyum, kepalaku menggeleng. Tidak, kali ini aku tidak ingin memuji diriku. Aku tidak ingin membuat dunia berperang hanya karena kecantikanku seperti IGX kemarin.
Tanganku mengambil smartphone merah muda di atas meja rias. Kakiku melangkah di lantai keramik. Aku duduk di tepi ranjang, merebahkan punggungku di busa ranjang. Tidak ada yang lebih nyaman daripada rebahan di akhir pekan setelah bekerja keras.
Bibirku cemberut. Andai Kakak tahu kenikmatan ini… mungkin dia akan kembali bekerja dan tidak nolep lagi.
Aku menatap layar ponselku. Jariku menekan ikon kamera bergaya gradasi jingga-unggu-merah muda.
Di layar beranda menampilkan foto seorang wanita berambut pirang berkemeja putih dengan kontras rok hitam panjang berdiri elegan di depan dinding putih. Lengannya mendekap setumpuk dokumen putih. Mata birunya sejernih samudera menatapku seolah merasuki jiwaku.
Itu fotoku saat rapat di divisi pemasaran bersama Tuan Liem. Bibirku tersenyum saat aku melirik ke caption dan kolom komentar.
Disukai Mighy.Bram, Direktur.Liem, Cintia.Melati dan 9.461 lainnya.
Beauty.Sophia (tervertifikasi) “Tumbuh bersama Liem Group!” 3 hari lalu.
“Adik kecilku sangat imut, elagan dan cantik.” – Mighty.Bram
“Kerja bagus, Nona Sophia.” – Direktur.Liem
“Love” – Cintia.Melati
“Bidarariku.” – waifu.collector
(Komentar dibatasi)
Pipiku mengembung. Mas Bram… kenapa kamu selalu muncul di kolom komentarku?
Aku duduk, menyandarkan punggungku di bantalan ranjang. Mataku melirik jepit kupu-kupu yang mengkilap di atas meja rias. Dadaku mengempis.
Baiklah, kali ini, adik manis ini akan memaafkanmu. Kakak… kamu harus bersyukur memiliki adik baik hati sepertiku.
Aku menyilangkan kakiku di atas selimut. Mataku berkedip saat menatap sebuah hati merah muda di kolom komentarku. Cintia… kamu memang gadis manis. Aku juga sayang kamu. Jariku menekan tombol sukai di komentarnya.
Mataku berbinar saat aku membaca komentar paling elegan. Tuan Liem… Anda terlalu baik. Aku menekan tombol sukai di komentarnya, lalu menekan akun profilnya.
Sebuah foto lingkaran seorang pria tampan berjas hitam menatapku. Sebuah kilau terbesit di pikiranku saat aku menatap potongan rambut hitam klimis.
Senyumannya mengingatkanku pada seorang siswa SMA tampan legendaris yang bisa membunuhmu hanya dengan goresan tinta di sepotong kertas putih.
Direktur.Liem
1K Kiriman 2M pengikut 100 diikuti
Direktur Liem Corp.
Perusahaan farmasi. Kami siap memberikan pelayan terbaik kepada Anda. Kepercayaan Anda adalah komitmen kami.
Diikuti oleh Mr.Soe, MMAX.Rex, dan 98 lainnya.
Tanganku mendekap ponselku. Detak jantungku berdebar-debar. Tuan Liem… Anda benar-benar mempesona.
Aku menatap foto-foto Tuan Liem yang diberi pin. Di kanan halaman, sebuah foto pria muda berjas hitam berdiri bersama pria berseragam satpam.
Disukai MMAX.Rex dan 3.120 lainnya.
Direktur.Liem (tervertifikasi) “Bersama Tuan Rex, penjaga keamanan Liem Corp.” 8 tahun lalu.