Kala

Faeza Alfarizi
Chapter #2

Negri Tanpa Kehilangan

Sejak kecil,

aku lebih fasih berbicara pada kertas.

Manusia terlalu bising,

terlalu banyak menuntut,

sedangkan selembar kertas–

bisa menampung ribuan kisah tanpa pernah interupsi.

Satu kata bisa menjelma kerajaan,

dan di sana, aku rajanya.

Terakhir, kutulis Negeri Tanpa Kehilangan.

Sebuah tempat ajaib

di mana waktu berhenti menggerogoti usia manusia.

Mereka berhenti tumbuh setelah empat puluh tahun,

terjaga dalam puncak kehidupan mereka.

Di Negeri Tanpa Kehilangan,

anak-anak tak pernah mengenal yatim,

Lihat selengkapnya