Kala

Faeza Alfarizi
Chapter #4

Yang Tak Terekam

Semua terjadi begitu cepat.

Aku bahkan tak sadar 

siapa yang menggenggam tanganku

sampai mobil berhenti di depan gedung putih itu.


Pak Darma—

ayah Khaila, teman sekelasku—

berdiri di samping,

matanya lelah tapi tenang.


"Yang kuat, ya, Nak."


Aneh,

suaranya...

seolah Pak Darma sedang mengajakku berbicara sambil berenang—

lambat.

Entah apa yang kuangguki, atau kugelengkan.

Aku tak tahu lagi

apa yang wajahku tunjukkan.

Di dalam ruangan yang dingin,

aku tidak ingat bagaimana jenazah dimandikan.


Setelah itu—


     


Kosong.

Seperti film yang dipotong tiba-tiba.


    

Yang tersisa hanya:


  Kulit yang dulu hangat memelukku—

    kini dingin,

Lihat selengkapnya