Kala

Faeza Alfarizi
Chapter #5

Tanah Kuburan

Tanah basah,

dingin,

lengket pada telapak kaki

yang mencoba tegak.

Padahal tubuhku sudah patah.


Aku ingin percaya ini bukan Bundaku,

bukan Ayahku

yang dibaringkan

dengan kain putih rapat.

* * *

Langit mendung,

gerimis—

Alam menangis menggantikanku.

Tapi alam tidak memberiku kekuatan.


Aku tetap lemas.

Tangan gemetar—

Apakah ini

  benar-benar

    tubuh yang sama?

  Tubuh yang memelukku—

    saat mimpi buruk,

  saat aku takut,

    saat dunia

      terlalu gelap.

        Tubuh yang mengusap—

          kepalaku saat demam,

            punggungku saat sakit,

              air mataku saat sedih.

                 

                Tapi sekarang—

               

              tubuh ini diam.

            Tubuh ini dingin.

          Tubuh ini kaku.

        Tubuh ini

      bukan mereka

    lagi.

  Bukan

lagi.

Jenazah diturunkan perlahan

ke dalam liang.

* * *

Gerimis semakin deras.

Air hujan

membuat kain putih makin menempel—

  pada dahi,

    pada dada,

      pada tangan yang terlipat.


Lihat selengkapnya