Kalau Hidup di Zaman Itu Aku Berdiri di Barisan Mana

Oleh: Ahmad Wahyudi

Blurb

Di sebuah zaman ketika iman harus dibayar dengan darah dan air mata, berdirilah orang-orang biasa yang memilih menjadi luar biasa. Mereka bukan malaikat. Mereka manusia dengan rasa takut, ragu, dan luka. Namun ketika kebenaran memanggil, mereka tidak mundur. Seri novel ini menghidupkan kembali detik-detik paling menentukan dalam sejarah Islam—dari lorong sunyi Makkah hingga medan perang yang mengguncang dunia.

Kita akan menyelami jiwa Abu Bakar yang mencintai tanpa syarat, Umar yang berubah dari penentang menjadi pelindung, dan Utsman yang menenangkan badai dengan kelembutan. Kita akan menyaksikan Ali tidur di ranjang kematian demi keselamatan Rasul, dan Bilal yang tetap berseru "Ahad" di bawah siksaan yang tak terbayangkan.

Di setiap halaman, iman tidak digambarkan sebagai kata-kata indah, melainkan sebagai keputusan berat. Hijrah bukan sekadar perpindahan kota, tetapi keberanian meninggalkan kenyamanan. Perang bukan sekadar pertempuran fisik, tetapi pertaruhan keyakinan. Setiap tokoh membawa luka, kehilangan, dan pengorbanan yang membentuk peradaban.

Ketika Rasulullah wafat dan Madinah terguncang, para sahabat harus berdiri tanpa sosok yang selama ini menjadi cahaya mereka. Dari sanalah kita melihat bagaimana kepemimpinan, keteguhan, dan keikhlasan diuji dalam sunyi yang paling menyakitkan.

Novel ini bukan hanya tentang kemenangan. Ia juga tentang kegagalan, penyesalan, dan air mata yang tersembunyi di balik sorban para pejuang. Ia menyingkap sisi manusiawi para sahabat—bahwa keberanian lahir bukan karena tidak takut, tetapi karena takut hanya kepada Allah.

Setiap bab dirangkai dengan pendekatan historis yang kuat dan sentuhan dramatik yang menyentuh jiwa, membawa pembaca seakan hadir di tengah peristiwa. Anda tidak hanya membaca sejarah—Anda merasakannya, menghirup debunya, dan mendengar detak jantungnya.

Dan pada akhirnya, seri ini tidak sekadar mengisahkan masa lalu. Ia mengajukan satu pertanyaan yang sunyinya menggema hingga hari ini: jika Anda hidup di zaman itu, di barisan manakah Anda akan berdiri?

Lihat selengkapnya