Blurb
Sena Aruna tidak pernah belajar cara memilih dirinya sendiri. Hidupnya berjalan sesuai dengan apa yang Ibunya mau. Kampus untuk kuliah, jurusan yang diambil, tempat untuk bekerja, bahkan pasangan hidup. Segala hal yang kelihatannya berjalan baik di hidup Sena, tak pernah luput dari campur tangan Ibunya. Dan walaupun orang-orang melihat ia sangat beruntung dan bahagia. Namun, siapa sangka bahwa hatinya terasa kosong. Ia tidak mengerti bedanya antara keinginan dan kewajiban.
Lalu ketika ia mengalami kegagalan pertamanya saat sidang. Dan di perpustakaan yang dia datangi untuk melakukan pelarian, ada seseorang yang memberi ruang tanpa diminta.
Kaleo Wira. Mahasiswa DKV di kampus yang sama dengan Sena. Semester sembilan yang hampir menyelesaikan studinya. Tenang, tidak banyak bicara, tapi selalu ada saat dibutuhkan. Orang yang pertama kali membuat Sena bertanya: Apa sebenarnya yang aku inginkan dalam hidup?
Masalahnya, Kaleo hampir lulus. Ada kota lain yang menunggunya, pekerjaan impian, dan jarak yang tidak bisa dilipat.
Di antara meja perpustakaan, jalan pulang yang sengaja diperpanjang, dan telepon tengah malam Ibu yang tidak menyadari kesalahannya—Sena belajar satu hal yang tidak ada di kurikulum manapun:
Bahwa memenangkan diri sendiri adalah pilihan. Dan pilihan itu hanya bisa dibuat oleh dirinya sendiri.