KALI INI AKU

ericawidiani
Chapter #2

MEJA YANG SUDAH ADA ORANGNYA

"Beberapa pertemuan tidak dimulai dengan kata-kata. Hanya dengan ruang yang diberikan — dan keputusan untuk tidak pergi"

———

Keesokan harinya, aku kembali.

Bukan karena ada alasan yang jelas. Bukan karena perpustakaan itu punya koleksi yang aku butuhkan, atau karena ada janji temu di kampus. Hari ini tak ada jadwal. Tidak ada kewajiban yang menungguku di manapun. Tapi saat aku bangun pagi dengan langit-langit kos yang sama dan suara kendaraan yang terdengar samar lalu lalang di jalanan depan, kakiku memilih arah yang sudah tahu tujuannya sebelum kepalaku sempat berpikir.

Perpustakaan Cikini. Lantai dua. Pojok dekata jendela besar.

Aku tidak paham kenapa.

Semalam aku akhirnya menelepon Ibu. Percakapan itu berlangsung dua belas menit, aku tahu karena aku menatap timer di layar ponsel sepanjang Ibu berbicara. Dua belas menit berisi pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sudah Ibu siapkan sendiri sebelum aku sempat menjawab. Ganti topik. Pilihan yang lebih aman. Ibu menyarankan untuk aku mengganti dosen pembimbing, ia akan dengan senang hati menghubungi teman lamanya di kampusku yang bisa membantu.

Aku mengiyakan semuanya. Satu per satu. Dengan suara yang terdengar baik-baik saja.

Setelah telepon ditutup, aku duduk di tepi kasur sampai jam sebelas malam tanpa menyalakan lampu.

———

Meja itu masih ada.

Pojok kiri, dekat jendela, dengan pemandangan ke jalan yang tidak pernah sepi. Aku melihatnya dari tangga sebelum aku sampai di lantai dua, dana ada sesuatu yang aneh, semacam lega yang tidak bisa dijelaskan. Seperti orang yang pulang ke tempat yang belum pernah jadi rumahnya, tapi entah kenapa terasa seperti itu.

Lihat selengkapnya