KALI INI AKU

ericawidiani
Chapter #8

TEMAN KAMPUS

"Kamu di mana, Sena? Ibu sudah di depan kosanmu."

Suara Ibu di seberang telepon mengejutkanku yang baru saja melangkah keluar dari gerbang kampus. Aku menghentikan langkah, nyaris menjatuhkan map plastik berisi draf revisi skripsiku. Jantungku berdegup kencang. Ibu ke Jakarta? Tanpa memberi tahu sebelumnya?

"I-Ibu di Jakarta? Kok gak bilang Sena?" tanyaku terbata-basa, berusaha meredam kepanikan yang mendadak merayap ke tenggorokan.

"Ibu kan sekalian ada urusan arisan keluarga di rumah Tante Lastri di Tebet. Mumpung dekat, Ibu sekalian mampir mau lihat kosanmu dan titip berkas asli buat Tante Lastri," sahut Ibu, nadanya santai seolah datang lintas kota tanpa kabar adalah hal yang lumrah. "Ya sudah, Ibu tunggu di mobil ya. Jangan lama-lama."

Sambungan terputus. Aku menatap layar ponsel dengan tangan yang mulai dingin. Kepalaku mendadak pening memikirkan kamar kosku yang mungkin belum sempat kurapikan dengan sempurna, dan yang lebih penting: interogasi apa lagi yang akan Ibu bawa kali ini.

"Kenapa lagi?"

Suara rendah dan datar itu terdengar dari arah samping. Aku menoleh dan menemukan Kaleo berdiri beberapa langkah di dekatku. Dia baru saja keluar dari gedung fakultasnya, masih dengan tas kanvas usang yang tersampir di bahu dan jaket denim pudar andalannya. Sepasang matanya yang tenang menatapku, menyadari raut panik yang gagal kusembunyikan.

"Ibuku," kataku pendek, suaranya agak bergetar. "Lagi ada di kos sekarang."

Kaleo tidak berkomentar banyak. Dia hanya menatapku selama beberapa detik, lalu mengangguk pelan. "Ayo. Aku anter."

"Eh? Gak usah, Kaleo, aku bisa naik ojek online—"

"Lama," potongnya singkat, lalu berjalan mendahuluiku menuju area parkir motor. "Helmnya di motor."

Lihat selengkapnya