Laras mengira penundaan pernikahan akan memberinya waktu untuk mengenal Arya sekali lagi. Namun, sebuah foto yang muncul di Instagram mengubah segalanya.
Foto itu berasal dari akun kedua Arya—akun yang tidak pernah ia ketahui dalam kehidupan sebelumnya.
Dengan akun keduanya sendiri, Laras menemukan sesuatu yang membuatnya bertanya-tanya: apakah pengkhianatan Arya memang sudah dimulai sebelum mereka menikah?
Terkadang, semesta tidak perlu berteriak untuk memperingatkan seseorang. Cukup dengan membuka sepasang mata.
---
Malam itu, Laras sedang berbaring di tempat tidur setelah mandi. Tubuhnya terasa pegal akibat kelas yoga, tetapi pikirannya justru dipenuhi rencana-rencana kecil untuk hari esok.
Ia ingin membeli beberapa pakaian olahraga, mencoba resep baru, dan mungkin mencari kelas memasak yang jadwalnya tidak berbenturan dengan pekerjaannya.
Hal-hal sederhana yang dahulu selalu ia tunda.
Ponselnya tergeletak di samping bantal. Laras mengambilnya, membuka Instagram, lalu beralih ke akun keduanya.
Akun itu tidak memakai nama lengkapnya. Foto profilnya pun hanya gambar langit senja. Ia membuatnya untuk menikmati media sosial tanpa harus selalu dilihat oleh orang-orang yang mengenalnya.
Laras menggulir beranda tanpa tujuan.
Sampai sebuah unggahan membuat jarinya berhenti.
Sebuah akun dengan nama yang terasa familier muncul di bagian rekomendasi.
Arya.
Namun, itu bukan akun Instagram yang biasa digunakan Arya. Foto profilnya berbeda. Jumlah pengikutnya jauh lebih sedikit, dan unggahannya hanya beberapa.
Laras mengernyit.
“Sejak kapan kamu punya akun lain?”
Ia membuka profil itu.
Ada beberapa foto mobil, pemandangan restoran, dan potret Arya dengan pakaian kasual. Tidak ada yang mencurigakan pada awalnya.
Kemudian ia melihat unggahan terbaru.
Foto itu menampilkan Arya sedang duduk di sebuah restoran. Di seberangnya, seorang perempuan muda tersenyum ke arah kamera. Tangan perempuan itu terletak di atas meja, tepat di samping tangan Arya.
Keterangan fotonya singkat.
Some people make ordinary days feel special.
Laras menatap layar cukup lama.
Perempuan itu bukan dirinya.