kali kedua

Willia Mangun Putr
Chapter #5

Jadikan Aku Istrimu atau Persinggahanmu, Arya?


Laras akhirnya bertemu Arya untuk membicarakan pernikahan mereka. Namun, yang ingin Laras bicarakan bukan lagi sekadar empat syarat yang diajukannya.


Sebuah foto dari akun rahasia Arya telah membuka pertanyaan yang lebih besar: siapa perempuan yang diam-diam mengisi hari-hari calon suaminya?


Laras tidak ingin menjadi perempuan yang dipilih hanya ketika nyaman, lalu ditinggalkan ketika ada yang lebih menarik.


Malam itu, ia mengajukan satu pertanyaan yang akan mengubah hubungan mereka.


“Jadikan aku istrimu atau persinggahanmu, Arya?”


---


Restoran itu tidak terlalu ramai ketika Laras tiba.


Arya sudah duduk di sudut ruangan, mengenakan kemeja biru tua dan jam tangan yang selalu dipakainya. Begitu melihat Laras, ia berdiri dan menarik kursi untuknya.


Dahulu, perhatian kecil seperti itu selalu membuat Laras tersenyum.


Sekarang, ia hanya mengucapkan terima kasih lalu duduk.


“Kamu mau pesan apa?” tanya Arya.


“Air putih saja.”


Arya mengernyit. “Kamu biasanya suka jus stroberi.”


“Aku sedang tidak ingin.”


Percakapan sederhana itu terasa canggung. Arya akhirnya memanggil pelayan dan memesan makanan untuk dirinya sendiri.


Setelah pelayan pergi, ia menyandarkan tubuh ke kursi.


“Aku sudah memikirkan syarat-syaratmu.”


“Lalu?”


“Aku masih merasa beberapa hal terlalu berlebihan. Tapi aku tidak ingin kita terus bertengkar soal pernikahan.”


Laras menatapnya tenang.


“Kita belum menikah, Arya. Bagaimana mungkin kita bertengkar soal rumah tangga kalau kamu bahkan belum menjawab apakah kamu bersedia menghormati batasanku?”


Arya menghela napas.


“Aku akan mempertimbangkannya. Tapi aku ingin kamu juga mengerti posisiku. Aku tidak mau merasa seperti orang asing di rumah tanggaku sendiri.”


“Kalau begitu, kita harus saling menghormati. Aku tidak pernah mengatakan kamu tidak boleh mengambil keputusan. Aku hanya tidak mau seluruh keputusan harus mengikuti keinginanmu.”


Arya mengangguk tipis.


“Baiklah. Kita bicarakan lagi.”


Laras tidak menjawab. Ia membuka tasnya, mengambil ponsel, lalu meletakkannya di atas meja.


“Aku ingin bertanya sesuatu.”


“Apa?”


Laras membuka Instagram melalui akun keduanya. Ia menemukan unggahan yang sudah dilihatnya semalam, kemudian menggeser layar ke arah Arya.


“Siapa perempuan ini?”


Senyum di wajah Arya menghilang.


Untuk beberapa detik, ia hanya menatap layar ponsel itu.


“Kamu mengikuti akun keduaku?”


“Tidak. Akunmu muncul di rekomendasi.”


“Laras, itu hanya teman.”


Lihat selengkapnya