kali kedua

Willia Mangun Putr
Chapter #8

Terima Kasih, Pemuja Rahasia



Laras akhirnya memutuskan menerima dan memakai hadiah-hadiah mewah yang dikirimkan Theo, setelah memastikan bahwa ia tidak terikat kewajiban apa pun kepada pria itu.


Sebuah unggahan sederhana di Instagram berubah menjadi bahan pembicaraan teman-temannya. Jam tangan elegan, tas bermerek, dan perhiasan yang dikenakannya memancing rasa penasaran.


Siapa pemuja rahasia yang begitu royal kepada Laras?


Ketika komentar demi komentar mulai menyindir Arya, Laras justru memilih menikmati hidupnya tanpa memberikan penjelasan kepada siapa pun.


Namun, di balik layar, ada seseorang yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa perempuan yang dulu selalu menunggunya kini mulai menarik perhatian lelaki lain.


---


Paket terakhir tiba pada Jumat sore.


Laras baru pulang dari kantor ketika seorang kurir menyerahkan kotak besar dengan pita berwarna hitam. Di dalamnya terdapat tas kulit elegan, sepasang sepatu, dan sebuah kotak kecil berisi gelang emas putih.


Tidak ada surat panjang.


Hanya kartu dengan tulisan singkat.


Semoga kamu menyukai pilihan ini. Kalau tidak, kamu bebas mengembalikannya.


Di bagian bawah tercantum nama Theo.


Laras duduk di sofa sambil memandangi seluruh hadiah yang sudah terkumpul di meja ruang tengah.


Buket bunga, jam tangan, tas, sepatu, dan sekarang gelang.


Ia menghela napas.


“Pak Theo, sebenarnya Bapak mau membuka butik atau bagaimana?”


Laras tertawa sendiri.


Awalnya ia merasa tidak nyaman menerima hadiah semahal itu. Namun, setelah beberapa kali berbicara dengan Theo, pria tersebut tidak pernah memaksanya membalas perhatian, tidak mengungkit harga barang, dan tidak menjadikan pemberiannya sebagai alasan untuk menuntut pertemuan.


Laras sudah menegaskan batasannya. Theo pun menyetujuinya.


Karena itu, kali ini Laras memutuskan memakai hadiah tersebut. Bukan untuk membuat Arya cemburu, melainkan karena ia menyukai barang-barangnya dan tidak merasa berutang perasaan kepada pengirimnya.


Ia memilih gaun hitam sederhana, mengenakan jam tangan pemberian Theo, lalu memasang gelang emas putih di pergelangan tangannya.


Setelah merapikan rambut, Laras berdiri di depan cermin.


Penampilannya terlihat elegan tanpa berlebihan.


Ia mengambil ponsel dan memotret dirinya.


Beberapa detik kemudian, sebuah ide muncul di kepalanya.


Laras tersenyum jahil.


“Baiklah. Kita lihat siapa saja yang kepo.”


Ia mengunggah foto itu ke Instagram.


Caption:


Terima kasih, pemuja rahasia. Selera kamu lumayan juga. 😉✨


Laras meletakkan ponselnya di meja, lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.


Ia tidak menyangka bahwa dalam waktu kurang dari sepuluh menit, notifikasi Instagram-nya akan berubah seperti pasar malam.


---


Komentar mulai membanjiri unggahan Laras.


Maya: LARASSS! Pemuja rahasia siapa, Sayang? Spill sekarang! 😭🤣


Dina: Jam tangan, gelang, outfit elegan. Ini bukan pemuja rahasia, ini sponsor kehidupan! WKWKWK.


Rani: Aku ikut senang kamu makin bahagia, tapi aku lebih penasaran sama orangnya. Ganteng nggak?


Maya: Minimal kasih inisial, dong. Masa kita cuma dikasih lihat barangnya? 😂


Laras tertawa membaca komentar teman-temannya.


Ia membalas Maya dengan emoji tertawa, lalu menulis kepada Dina bahwa ia belum bersedia membocorkan identitas pengirim hadiah tersebut.


Namun, komentar berikutnya membuatnya berhenti.


Lihat selengkapnya