kali kedua

Willia Mangun Putr
Chapter #22

Dosa yang Dibawa dari Kehidupan Lalu


Selina akhirnya kehilangan kesabarannya. Dia mendatangi Arya dan mengatakan bahwa Laras bukan satu-satunya orang yang mengingat kehidupan sebelumnya.


Arya menertawakannya. Baginya, cerita tentang kelahiran kembali hanyalah alasan Selina untuk kembali mengusik hidup Laras.


Namun, ketika Selina menyebut sebuah rahasia dari masa lalu—sesuatu yang bahkan tidak pernah Arya ceritakan kepada Laras—keyakinannya mulai goyah.


Sementara itu, Laras dan Theo mempersiapkan pernikahan mereka. Mereka tidak tahu bahwa masa lalu sedang menyusun jalannya sendiri untuk kembali mengetuk pintu.


Dan kali ini, rahasia yang terbongkar mungkin akan mengubah hubungan ketiganya untuk selamanya.


---


1. Perempuan yang Datang Membawa Masa Lalu


Arya sedang menyelesaikan pekerjaannya ketika sekretarisnya mengabarkan bahwa Selina datang tanpa janji.


Awalnya, dia ingin menolak.


Namun, Selina mengirim pesan singkat yang membuatnya mengurungkan niat.


Aku harus memberitahumu sesuatu tentang Laras. Sesuatu yang tidak akan kamu percaya kalau aku tidak menjelaskannya langsung.


Lima menit kemudian, Selina sudah duduk di hadapannya.


“Apa lagi sekarang?” tanya Arya, tanpa basa-basi.


Selina tidak tersinggung. Dia justru tampak terlalu serius untuk memulai pertengkaran.


“Kamu harus berhenti mengejar Laras.”


Arya tertawa hambar.


“Jadi kamu datang ke kantorku hanya untuk mengatakan sesuatu yang sudah jelas?”


“Bukan itu saja.”


“Kalau begitu, langsung ke intinya.”


Selina menarik napas panjang.


“Laras mengingat kehidupan sebelumnya.”


Arya menatapnya selama beberapa detik, kemudian tertawa.


Bukan tawa geli, melainkan tawa seseorang yang tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.


“Kamu serius?”


“Sangat serius.”


“Selina, aku tidak punya waktu untuk cerita aneh seperti ini.”


“Aku juga mengingatnya, Arya.”


Tawa Arya berhenti.


Selina mencondongkan tubuhnya ke depan.


“Kita sudah menjalani kehidupan lain. Dalam kehidupan itu, kamu menikahi Laras. Kalian hidup bersama selama dua puluh tahun. Aku tetap menjadi bagian dari hidupmu, dan hubungan kita menghancurkan pernikahan kalian.”


Arya menatapnya dengan ekspresi sulit dibaca.


“Kamu sudah terlalu banyak membaca novel.”


“Aku tahu kamu tidak akan langsung percaya.”


“Karena memang tidak masuk akal!”


“Kalau begitu, dengarkan aku sampai selesai.”


Arya berdiri, hendak mengakhiri percakapan.


Namun, Selina mengucapkan satu kalimat yang membuatnya berhenti.


“Kamu ingat malam ketika kamu menggadaikan jam tangan peninggalan ayahmu untuk membayar utang, lalu mengatakan kepada Laras bahwa jam itu hilang?”


Arya membeku.


Wajahnya berubah pucat.


Selina melanjutkan dengan suara pelan.


“Laras tidak pernah tahu alasan sebenarnya. Kamu menyimpan rahasia itu selama bertahun-tahun. Bahkan ketika dia bertanya, kamu tetap berbohong.”


Arya perlahan berbalik.


“Dari mana kamu tahu soal itu?”


Selina menatapnya lurus-lurus.


“Karena aku mengingatnya.”


Ruangan itu mendadak terasa sunyi.


Arya kembali duduk, kali ini tanpa mengalihkan pandangan dari Selina.


Untuk pertama kalinya, dia tidak tertawa.


---


2. Ketika Kebohongan Mulai Retak


“Tidak mungkin,” gumam Arya.


Selina menggeleng.


“Aku berharap ini tidak terjadi. Aku berharap bisa memulai semuanya dari awal tanpa harus membawa semua ingatan itu. Tapi Laras mengubah jalan hidupnya terlalu cepat.”


Arya mengusap wajahnya.


“Kalau kamu benar-benar mengingat kehidupan lain, kenapa kamu tidak memberitahuku sejak awal?”


“Karena aku ingin memastikan bahwa aku tidak salah.”


“Dan sekarang kamu yakin?”


“Aku yakin Laras mengingatnya. Dia hanya berpura-pura tidak tahu.”


Arya terdiam.


Pikirannya kembali pada pertemuan mereka beberapa hari sebelumnya.


Laras menolak menikah dengannya tanpa ragu. Dia berbicara tentang rumah, kepemilikan, dan keamanan finansial seolah-olah telah melihat sesuatu yang belum terjadi.


Arya selama ini menganggap Laras hanya menjadi lebih berhati-hati.


Namun, bagaimana jika perempuan itu memang mengetahui sesuatu?


“Apakah Laras pernah mengatakan kepadamu bahwa dia mengingat kehidupan sebelumnya?” tanyanya.


“Tidak. Dia menyangkal semuanya.”


“Lalu bagaimana kamu bisa yakin?”


Selina mengatupkan rahang.


“Karena aku tahu caranya menatapku. Aku tahu dia mengingat hal-hal yang tidak mungkin dia ketahui.”


Arya menggeleng pelan.


“Tatapan seseorang bukan bukti.”


“Lalu jam tangan ayahmu itu apa?”


Arya tidak menjawab.


Rahasia tersebut memang nyata. Namun, kejadian itu bisa saja diketahui orang lain melalui berbagai cara. Satu informasi pribadi belum cukup untuk membuktikan bahwa seseorang telah hidup sebelumnya.


Sebagian dirinya ingin mempercayai Selina.


Sebagian lainnya takut jika cerita itu benar.


Sebab jika Laras benar-benar mengingat kehidupan mereka yang terdahulu, berarti dia tidak sekadar berubah pikiran tentang pernikahan.


Lihat selengkapnya