KAMANDAKA : Pemilik Ketampanan Abadi

Langit Berawan
Chapter #1

BAB 1: Riuh Teater Maut

Tangan kiri dipotong. Penonton bersorak sorai.

Di bawah siraman lampu sorot teatrikal sewarna merah saga, sebilah baja berat berkelebat membelah udara pengap lantai pertunjukan. Suara hantaman logam yang beradu dengan tulang terdengar begitu pekat, dilingkupi gema mikrofon nirkabel yang tersembunyi di sudut panggung. 

Potongan lengan itu jatuh berdebam di atas papan kayu, memuntahkan cairan pekat kehitaman yang langsung mengalir deras menembus celah-celah panggung. Ratusan pasang mata manusia urban yang memadati auditorium metropolis malam itu tidak memalingkan wajah. Mereka justru kian mencondongkan tubuh, tersihir oleh apa yang mereka yakini sebagai puncak dari kecanggihan ilusi modern masa kini.

Tangan kanan dipotong. Penonton bertepuk tangan.

Gelombang apresiasi membahana memenuhi seisi ruang kedap suara. Tepuk tangan riuh rendah bergemuruh laksana guntur yang terkunci. Bagi jiwa-jiwa urban yang telah mati rasa oleh rutinitas kota, tontonan ekstrem bertajuk Bloody Mutilation Illusion ini adalah candu baru yang menawan. 

Mereka terpesona pada ketepatan mekanik properti dan rapinya efek visual tiruan yang tersaji di depan mata. Di tengah altar kayu, sesosok pemuda dalam balutan sutra emas ksatria Sunda kuno tetap berdiri tegap. Wajahnya yang rupawan memancarkan aura ketenangan yang ganjil, seolah-olah ia adalah arca dewa yang menolak tunduk pada kehancuran fisik raga manusianya.

Tubuh dicincang. Penonton berteriak lantang.

Kilatan golok jagal berukuran raksasa kembali berayun berulang-ulang tanpa ampun, mencabik sisa kegagahan dada bidang sang ksatria. Darah membanjir dari tangan yang dipotong, dari perut yang dicincang. Cairan merah segar yang hangat menyembur deras, sebagian terbang terbawa embusan kipas angin panggung dan memercik mengenai wajah para penonton borjuis di barisan terdepan.

 Jerit histeris pecah, berbaur dengan tawa kepuasan gila dari mereka yang mengagumi totalitas efek CGI visual tingkat tinggi abad ini. Golok jagal berkilat-kilat berlumur darah di bawah sorotan lampu neon yang gila.

Lihat selengkapnya